Allah Mengampuni Dosa di Masa Jahiliyah

Allah Mengampuni Dosa di Masa Jahiliyah
ilustrasi internet

RIAUTERBIT.COM -- Rasulullah pernah menangis ketika mendengar seorang lelaki menceritakan perbuatan kejinya ketika masih berada di masa jahiliyah. Rasulullah didatangi seorang lelaki yang menceritakan tentang kehidupannya semasa jahiliyah. Lelaki itu mengaku dirinya dulu adalah penyembah berhala. Ia juga mengaku kepada Rasulullah bahwa pada masa jahiliyah dirinya membunuh anaknya. 

 

Lelaki itu pun menceritakan tentang pembunuhan yang dilakukan kepada anaknya itu. Suatu hari ia memanggil anaknya dan anaknya itu pun mendatanginya. Saat sampai berada di sebuah sumur lelaki itu pun menceburkan anaknya ke sumur. Mendengar cerita itu Rasulullah pun menangis sampai air matanya bercucuran. 

 

Seketika seseorang yang duduk bersama Rasulullah berbicara pada laki-laki itu bahwa dirinya telah membuat Rasulullah bersedih. Namun demikian, Rasulullah meminta lelaki itu melanjutkan ceritanya dan Rasulullah pun menangis lagi. Setelah itu Rasulullah pun bersabda Allah telah menghapus segala dosa yang dilakukan lelaki itu pada masa jahiliyah. Rasulullah memerintahkan pria itu untuk memulai perbuatan dengan lembaran baru yang bersih. 

 ????? ??????? ???? ?????? ???? ??????????????? ??? ???????? ????????????? ????????

"Sesungguhnya Allah benar-benar telah menghapus dosa-dosa ada masa jahiliyah, maka mulailah kembali amalmu."

Kisah ini merupakan rangkuman dari sebuah hadits yang redaksi lengkapnya dapat ditemukan dalam Sunan Darimi Kitab 1 Ban 1 nomor 2 tentang Potret Kehidupan Manusia Sebelum Nabi Diutus dalam Kejahiliyahan dan Kesesatan. Perawi hadits ini tsiqah, namun kedudukan gadisnya Mursal menurut Husain Salim Asad Ad Darani. 

 

Dari hadits ini dapat dipertik pelajaran, selain tentang gelapnya kehidupan masa jahiliyah juga tentang diampuninya dosa masa lalu sebelum seseorang memeluk Islam atau pada masa jahiliyahnya. Ini sesuai dengan keterangan hadits sebelumnya yang dapat ditemukan di Sunan Darimi Kitab 1 Bab 1 Nomor 1, atau Sahih Bukhari nomor 6923 dalam Fathul Bari atau di Sahih Muslim dan juga di Sunan Ibnu Majah. (rep)

Berita Lainnya

Index