Pendistribusikan Bantuan Jaring Pengaman Sosial atau JPS tahap pertama

Dibaca: 1276 kali  Rabu,06 Mei 2020

Banjar - Tepat di hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Pemerintah Kota Banjar mulai mendistribusikan bantuan Jaring Pengaman Sosial atau JPS tahap pertama kepada 8.531 Kepala Keluarga terdampak Covid-19. Penyaluran bantuan ini dilauncing langsung oleh Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, di halaman Pendopo Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (6 Mei 2020).

Selain Walikota Banjar turut hadir dalam launching pendistribusian bantuan JPS, Wakil Walikota Banjar, H. Nana Suryana, Kapolres Banjar, AKBP Yulian Perdana, S.I.K., Dandim 0613/Ciamis, Letkol Arm Tri Arto Subagio, M.Int.Rel., M.M.D.S., Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R. Kalyubi, Kepala Kejaksaan Negeri Banjar, Gunadi, SH., M.H., Sekda Kota Banjar, Ade Setiana, Perwakilan Danyonif Raider 323/BP Kostrad, Kepala Kemenag Kota Banjar, Kepala Dinsos Kota Banjar, dan Kepala Bulog Kota Banjar.

Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih menuturkan bahwa hari ini pihaknya menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial kepada warga terdampak Covid-19. Sebanyak 20 kilogram dan uang sebesar Rp.150 ribu akan diberikan kepada tiap kepala keluarga yang terdata diluar penerima PKH dan BTT.

"Bantuannya berupa beras 20 kilogram serta uang sebesar Rp.150 ribu melalui rekening Covid-19 dan tidak di potong apapun. Untuk ongkos pendistribusian ada buat Rt dan Rw, masing-masing tiap kilogram beras sebesar Rp.200,- ," tuturnya usai kegiatan.

Wakil Walikota Banjar, H. Nana Suryana menambahkan bantuan ini berasal dari APBD Kota Banjar. Sebanyak Rp.9,5 miliar disediakan untuk bantuan Jaring Pengaman Sosial kepada warga  terdampak Covid-19.

"Pada tahap pertama untuk bulan Mei ini, sebanyak 8.531 KK kita distribusikan dari total yang kita siapkan sebanyak 25.714 KK. Artinya baru 32 persen yang kita distribusikan ditahap pertama ini dan masih ada 68 persen lagi, dimana 17.000 KK untuk tahap kedua dan selanjutnya lagi," jelas H. Nana.

H. Nana menjelaskan bahwa pada tahap pertama ini, penerima bantuan masih tercampur oleh para penerima yang tidak terakomodir oleh provinsi dan kini diakomodir melalui APBD Kota Banjar. "Ditahap ini masih ada kelompok UMKM yang terdampak Covid-19 pada bantuan provinsi tidak terakomodir itu kita harus akomodir," imbuhnya.

"Kalau sekarang masih campuran dari bantuan provinsi yang tidak terakomodir dan harus dicomot oleh APBD Kota Banjar," tambahnya.

Walikota dan Wakil Walikota berharap, penyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial kepada warga terdampak Covid-19 dapat selesai dalam empat lima hari kedepan. Sehingga masyarakat dapat tenang. 

"Tentunya dengan diterimanya bantuan ini, semoga dapat meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdapak Cpvid-19. Sehingga penerapan PSBB di Kota Banjar memperoleh hasil yang baik dan rantai penyebaran Covid-19 dapat terputus serta masyarakat dapat menjalani aktifitas seperti biasanya sebelum ada Covid-19," tandasnya.

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »