Bagaimana Jika Lupa Membaca Al-Fatihah Saat Sholat?

Dibaca: 1235 kali  Selasa,05 Mei 2020
Bagaimana Jika Lupa Membaca Al-Fatihah Saat Sholat?
Ket Foto : ilustrasi internet

RIAUTERBIT.COM - Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Aku diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: Dahi –dan beliau berisyarat dengan menyentuhkan tangan ke hidung beliau, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua kaki." (HR al-Bukhari dan Muslim).

 

Setelah telapak tangan dan lutut, kening menjadi anggota tubuh berikutnya yang sampai ke tempat sujud. Saat menjelaskan itu, Rasulullah SAW memberi isyarat dengan menunjuk hidung saat menyebutkan kening atau dahi. Menurut para ulama, kata Pendiri Quran and Sunnah Solution, Ustaz Adi Hidayat, kening merupakan anggota badan yang paling dituntut untuk sujud. Ukuran kesempurnaan sujud adalah ketika kening hinggap di tempat sujud dengan disertai hidung. Meski demikian, jika hidung tidak menempel maka sujud tetap sah.

 

Kening pun harus mendapatkan haknya ketika sujud. Karena itu, kata Ustaz Adi, orang yang shalat bisa menggunakan perangkat untuk membantu kening menyentuh tempat sujud dengan sempurna. Contohnya, bisa menggunakan imamah seperti serban yang dililitkan ke kepala. Contoh lainnya, yakni peci, sehingga rambut tidak menghalangi kening. Jika orang itu tidak memiliki rambut yang menghalangi kening, dia bisa shalat tanpa mengenakan imamah karena bukan termasuk syarat sah shalat.

 

Di mana letak siku saat sujud? Apakah lengan rapat atau dilonggarkan? Nabi SAW melonggarkan kedua lengannya sehingga tersisa ruang. Yahya bin Bukair telah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Bakar bin Mudhar telah memberitahukan kepada kami, dari Ja'far dari Ibnu Hurmuz, dari Abdullah bin Malik bin Buhainah, bahwasanya Nabi SAW apabila shalat merenggangkan antara kedua tangannya hingga tampak warna putih ketiaknya (HR Bu khari No 390, 807 dan 3.564).

 

Menurut Ustaz Adi, Nabi SAW menjauhkan siku dari lambung untuk mencegah tekanan terhadap diafragma. Aliran darah menjadi tidak terhambat. Sementara itu, posisi kedua telapak kaki ketika sujud bukan terbuka tetapi tertutup. Dengan demikian, tujuh anggota tubuh ini harus harus sempurna menempel tempat sujud. Sampai tenang keadaan sujud, doa pun bisa dirapalkan dengan khusyuk.(rep)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »