Pers jangan Bantu Pegawai humas untuk Korupsi

Dibaca: 7118 kali  Selasa,07 Juli 2015
Pers jangan Bantu Pegawai humas untuk Korupsi
Ket Foto : ilustrasi
Pekanbaru (riauterbit.com) pers jangan di nodai,dan pers jangan bantu pegawai pemerintah untuk korupsi adanya laporan Salah satu buru tinta di salah satu kabupaten di daerh riau ini sangat kita sayangkan yang mana dana agaran advetorial dan geleri Poto di selipkan sekian parsen untuk pejabat pemegang angaran Agaran yang sudah di bayar oleh humas kepada wartawan 30% dari anggaran wajib di stor ?alau tidak mendia atau wartawan tadi tidak dapat lagi jata advetorial dan geleri foto pemerintah sistem kontrak dari awal terindikasi ada praktek korupsi berjenjang di beberapa pemkab daerah Riau Korupsi terselubung tersebut menjadi musuh kita Sekarang di daerah sudah mulai terkuak kepermukaan. Sesungguhnya fenomena korupsi sudah ada di tengah masyarakat sejak lama,dan nampaknya menjadi hal yang biasa karna piihak hukum yang bekerja di daerah masih lemah dan kurang di tanggab Di setiap kabupaten seRiau fenomena korupsi ada sejak kita belum merdeka. Salah satu bukti yang menunjukkan bahwa korupsi sudah ada dalam masyarakat semenjak.jaman penjajahan yaitu, dengan adanya tradisi memberikan upeti oleh beberapa golongan masyarakat dan para pekerja untuk mendapatkan pekerjaan kepada penguasa setempat yang memegang peranan penting. di tingkat kabupaten sendiri praktik korupsi sudah sedemikian parah dan akut. Yang mana ada setiap ada agaran pemerintah yang akan di cairkan ada ada saja oknum PNS yang memintah sebagian dari dana percairan Tersebut dengan alasan "Dana beban" ?alau la di biarkan seperti ini maka korupsi tidak akan pernah berubah,malah semakin bertambah parah Telah banyak gambaran tentang praktik korupsi yang terekspos ke permukaan namun belum membuat jerah para peku. Di negeri ini sendiri, korupsi sudah seperti sebuah penyakit kanker ganas yang menjalar ke sel-sel organ publik, menjangkit mulai dari bagian bawah sampai petinggi di sebuah kantor pemerintah seperti di legislatif, eksekutif dan yudikatif hingga ke BUMN. Apalagi mengingat akhiri akhir ini, korupsi hampir kita temui dimana-mana. Mulai dari pejabat kecil hingga pejabat tinggi. Sangat di sayangkan jika ada insan pers di riau ini berkerja sama dengan pegawai pemerita untuk mengambil uang negri ini Bahkan kegiatan ini tidak asing bagi insan pers yang ada di daerah,kabarnya berkerjasama dengan humas pemkab tersebut Kalaulah ini terbukti insan pers di daerah. Riau sudah tercemar dan sebelum kronis di mintah kepada pihak hukum untuk membina agar uang negera tidak di makan oleh para oknum tikus berpeci ungkap narasumber yang bisa kita percayai kepada wartawan terbit beberapa hari yang lalu di pekanbaru (tim/riauterbit.com)
Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »