Silat Pangean di Pangkalan Baru Siak Hulu Diaktifkan Kembali

Dibaca: 1836 kali  Sabtu,28 September 2019
Silat Pangean di Pangkalan Baru Siak Hulu Diaktifkan Kembali
Ket Foto : Pemuda-pemuda dan remaja turut aktif melestarikan dan mengikuti Perguruan Silat Pangean. (ilustrasi)

RIAUTERBIT.COM - Gerakannya cepat, posisinya menunggu, namun bila diserang, gerakannya bisa mematahkan/melumpuhkan bahkan hingga mematikan lawan. Itulah khas dari ilmu bela diri yang satu ini, yakni Silek (Silat) Pangean.

Warga desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu, Kampar kini mengangkat kembali silat Pangean ke tengah-tengah masyarakat.

Hal ini, mendapat support dari Pemerintah desa Pangkalan Baru. Disampaikan Pj Kades Chendrizal bersama Sekdes Ahmad Adryan, bahwa hal ini sangatlah bagus untuk dilestarikan kembali.

"Itu sangat bagus karena itu adalah seni budaya daerah kita yg telah lama fakum, dan perlu kita lestarikan kembali, karena tugas pemerintahan desa juga salah satunya mempertahankan adat istiadat setempat", ujar Chendrizal. Jum'at (27/9/2019).

Ilmu bela diri Silat Pangean, adalah ilmu bela diri yang sudah ada sejak dahulu sebelum Indonesia merdeka, silat pangean tak asing lagi di tengah masyarakat Pangkalan Baru, Riau, bahkan Nasional.

Sebutan istilah 'pendekar' juga sering disematkan kepada mereka yang sudah khatam mengikuti perguruan silat ini.

Di Pangkalan Baru misalnya, telah banyak melahirkan pendekar-pendekar silat pangean.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ada nasehat hebat yang selalu disampaikan Guru dalam Perguruan Silat Pangean ini, yakni 'Lawan jangan dicari, namun jika datang jangan dielakkan'.

Yang bermakna janganlah sekali-sekali mencari lawan atau permusuhan, namun jika lawan atau musuh datang, pantang untuk mengelak.

Konon kabarnya, silat pangean juga menggunakan tenaga dalam nan suci, Bahkan hebatnya lagi, santer disebut silat pangean adalah ilmu bela diri yang telah teruji.

Latihan silat Pangean di Pangkalan Baru digelar di halaman lapangan terbuka. Hal ini dilakukan agar menarik kaum muda untuk ikut berlatih dan melestarikannya.

"Di Pangkalan Baru ini dulu ada guru besarnya, ada Alm.Datuk Lijar, murid-murid Perguruan silat ini juga sudah banyak dan hebat-hebat", terang Sekdes Ahmad Adryan.

Ditambahkan Sekdes, selain dari ilmu bela diri, namun point yang tak kalah penting adalah melestarikan dan aktifnya kembali kearifan lokal yang ada di desa Pangkalan Baru.

Selain dari bentuk bela diri, silat ini juga memiliki bentuk gerakan halus berupa tarian khas yang sering ditampilkan dalam prosesi adat, pernikahan, bahkan sering ditampilkan mengisi serangkaian kegiatan resmi Pemerintahan.***

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »