Dibawah Kepemimpinan Jefry Noer, Ombudsman: Kampar Terlemah Pelayanan Publik

Dibaca: 6424 kali  Minggu,28 Juni 2015
Dibawah Kepemimpinan Jefry Noer, Ombudsman: Kampar Terlemah Pelayanan Publik
Ket Foto : Demo Para THL Dinkes Kampar

Bangkinang-(Riauterbit.com)-Polemik gaji Tenaga Harian Lepas (THL) atau Tenaga Bantu Kesehatan (TBK) menambah buruk penilaian dalam pelayanan publik. Kabupaten Kampar dibawah kepemimpinan Jefry Noer dianggap termasuk daerah yang terlemah kepatuhannya dalam pelayanan publik.

Pendapat itu dari Ombudsman RI Perwakilan Riau yang disampaikan melalui Asisten Bidang Pengaduan dan Penyelesaian Laporan Bambang Pratama, Selasa (23/6/2015).

"Kampar menjadi daerah terlemah kepatuhannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Bambang mengatakan, paling disorot saat ini adalah masalah THL. Mulai dari proses perekrutan yang dinilai kacau balau sampai pembayaran gaji. Menurut dia, proses perekrutan yang kacau dari awal dinilai sebagai penyebab berlarut-larutnya masalah gaji.

Bambang mensinyalir, tidak ada kecocokan antara BKD dengan Dinkes. Sehingga belakangan, muncul masalah pembayaran gaji. Jumlah THL yang direkrut jauh melebihi kebutuhan. Akibatnya, ada THL yang diterima, namun tidak masuk dalam beban belanja daerah.

"Atau bisa saja sudah dianggarkan, tapi diselewengkan," kata Bambang.

Guna mengungkap kejanggalan dalam polemik THL, ia berharap, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigatif. Sehingga akar permasalahannya terungkap.

Bambang mengaku heran dengan peliknya persoalan THL yang ramai jadi pemberitaan. Apalagi muncul isu tentang gratifikasi seks dalam perekrutan. Ia tidak menampik jika disebut dugaan maladministrasi dan sindikasi kejahatan kemanusiaan dalam polemik THL sangat kental.

Jefry Noer Copot Kadiskes Kampar

Herlyn Rahmola dicopot dari jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kampar. Namun pencopotan Herlyn masih menyisakan polemik gaji THL yang tak kunjung dibayarkan.

THL yang direkrut dan diangkat sejak 2014 lalu, hingga kini masih ada yang belum mendapat gaji sekalipun. Padahal dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Kampar belum lama ini, Herlyn telah menggaransi gaji akan segera dibayarkan. Seperti diketahui, Dinkes baru membayar gaji untuk 419 orang THL. Masih ada sekitar 121 orang lagi yang masih menanti haknya.

Sekretaris Serikat Buruh Medis Kampar (SBMK) Rian Azrianda menyatakan, satu sisi THL begembira terhadap pencopotan Herlyn. Namun, kata dia, pencopotan bukan menjadi hal yang terlalu penting untuk dibahas. "Siapapun Kepala Dinasnya, nggak penting bagi kami," tegasnya.

Rian mengatakan, THL hanya ingin agar gaji mereka dibayarkan. Kemudian, sejumlah kasus korupsi yang terjadi selama kepemimpinan Herlyn diusut tuntas.(tpku)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »