Yurit kapala Dusun Desa Teluk kenidai Tuduh Pol PP kampar Menerima Piti

Dibaca: 2340 kali  Jumat,26 Juli 2019

Tambang:Sangat  tidak beretika,( yurit), kapala dusun Desa teluk kenidai,mengeluarkan omongan yang kurang sopan bahkan menuduh (Nurbit) kasatpol PP kabupaten Kampar Menerima Uang Dari Pengusaha Perumah atau developer,disaat kunjungan kerja tentang jalan yang diportal Di Desa teluk kenidai.kamis 25/07/19.

 Salah seorang anggota  satpol PP dan pegawai kecamatan Tambang mengakui dan siap menjadi saksi jika ucapan dan kata seorang kepala dusun teluk kenidai, telah menuduh satpol pp kampar menerima  PITi dari Developer.jika tidak di lanjutkan kepihak hukum kita takut tuduhan tersebut  akan berkembang di tetengah masyarakat dan akan merusak nama baik pak Nurbit. 

Jika Bapak Nurbit, kasatpolpp mau melapokan kepolisi, sebahagian pegawai  kecamatan siap menjadi saksi.sebut pauzan. Kepada riauterbit. Com.

Fauzan menilai ucapan kadus tersebut memang tidak beretika dan tak bermoral, ketika tim pemerintah kampar yang di pimpin oleh kasatpol PP. Mendapatkan kata dan ocehan yang tidak enak di dengar. Untuk itu kita berharapa kepada kasatpol pp menuntut dan meminta oknum kadus untuk membuktikan ucapan yang telah di lontarkan kadus kepadanya. 

Kita,bertugas memantau dan mencari selusi tentang badan jalan yang di portal oleh sekolompok masyarakat Desa Teluk kenidai.malahan tuduhan yang tidak enak kita dengar,Ungkap fauzan. 

Sangat kita sayangkan Sekelompok masyarakat Desa teluk kenidai yang mencoba Berargumentasi di lokasi dengan Tim Satpol PP Kabupaten  kampar, tidak memikirkan ucapan yang keluar. Dan seenaknyanya saja menuduh dan berbuat tampa berpikir. 
bahkan kepala Dusun Desa Teluk kenidai, Yang bernama Yurit, tidak berpikir dulu mengeluakan kata yang mengatakan "Bapak turun Kesini kerena Di Bayar Oleh Developerkan. Namun pertanyaan tersebut Saat itu tidak di gubris KaSatpolPP. 
Ditempat terpisah kasatpol PP Kabupaten  Kampar Nurbit, menitip pesan kepada Kepala Desa Teluk kenidai(Budi).
Req, jika ada vidio yang beredar tentang ucapan kepala dusun tersebut dirinya telah memaafkan.Namun secara kedinasan dirinya Menyerahkan kepada Aturan yang ada. 

sebenarnya satpol PP turun kelokasi yang di portal,  bertuajuan untuk memastikan kondisi di lapangan.
Satpol PP turun kerena ada yang melaporkan kepada pemerintah kampar,ada sekelompok orang,melakukan penutupan badan jalan.
Dan telah sampai  kepada Buapati kampar.

 "Yang mana ada laporan bahwa ada sekelompok warga melakukan portal badan jalan dengan tujuan menghalangi  pengembangan  perumahan yang ada di desa Kualu. 

Nurbit berharap kepada masyarakat yang terlibat melakukan portal tersebut,untuk dapat di selesaikan di dengan bijak sana. 
Persoalan tampal batas antara desa bisa di selaikan oleh pemerintah setempat dengan desa tentanganya secara musyawarah. Tutup nurbit. 

Selain itu di tempat yang sama mantan camat Tambang Ranayus, yang juga toko masyarakat  Tambang, menghimbau  kepada kedua desa untuk tetap tenang dan jangan lakukan pengomporan kepada masyarakat, masalh tapal batas desa serahkan kepada Tapen. Yang ada di kabupaten. Persoalan tampal batas tidak akan selesai jika ada kepwntingan pemerintah desa di situ. Apa lagi desa  kualu dan desa teluk kenidai dalam kategori  adat sama dalam lingkungan satu atap rumah.jika ada salah satu atap yang bocor maka pekajangan rumahbitu akan rapuh dan mudah runtuh. Tutup Ranayus. 

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »