Jalan hancur,kades salahkan mobil angkutan sawit dan hujan

Dibaca: 1885 kali  Rabu,16 Januari 2019
Jalan hancur,kades salahkan  mobil angkutan sawit dan hujan
Ket Foto :

Kemang indah:-Peningkatan badan jalan  sepanjang 3, 5 kilometer di desa kemang indah. Di duga asal -asalan jadi,kerena baru saja siap jalan tidak bisa di lewati keran tergelenang air dan berlumpur bahkan materialnya  tidak sesuai dengan yang di harapkan. 

Proyok peningkat badan jalan di desa kemang indah terbagi dua titk, penimbunan pertama di wilaya dusun satu dan lima,dan penimbunan  kedua di dusun 4.Desa kemang  indah Kecamatan Tambang asal -asalan.

Pasalnya, jalan baru itu sudah rusak,baru dikerjakan dalam satu bulan yang lalu, tepatnya bulan desember 2018.ungkap R,masyarakat  kemang indah kepada riauterbit, selasa, 15/01/19.


Sementara  ketua TPK(teknis pelaksana kerja) leni membantah  kalau proyek , anggaran pembangunan jalan 3,5 kilometer ,tersebut asal, asalan.


Leni mengatakan angaran dana yang kita gunakan untuk pembangunan  sebesar  Rp .400.juta . bersumber dari dana desa (DD) tahun 2018. Tidak mungkin kita mempermainkan  dana tersebut, sebab seribu  rupiah akan di pertangung jawabkan. 


Dari hasil penyelusuran wartawan riauterbit. Com. di wilaya proyek peningkatan jalan usaha tani tersebut,terlihat penimbunanya  dangkal bahkan tanah dasarnya masi terlihat, dan tidak tertutup dengan meterial. 


Di dugan Terindikasi proyek ,asal -asalan, Seperti tanah yang digunakan untuk menimbun jalan tersebut misalnya, diduga tidak sesuai dengan material.

Namun ketua TPK mengatakan .bahwa pengadaan material penimbunan jalan sudah sesui dengan  angaran,namun ketika di pertanyakan  berapa  kubit  timek yang di beli? Ketua  TPK  tidak tau. 

Sementara  kepala desa kebang indah sahar rudin, melalu hp selulernya  mengatakan  kepada wartawan,Andaikan nanti anggaran pembangunan jalan ini diaudit pihak berwenang, pemerintah  desa siap mengembalikan angaran tersebut.

 
Sementara Kepala desa mengaku, sudah melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan petunjuk pelaksa dan teknis (juklak-juknklis. 


Karena angaran desa ini baru keluar pada tangal 14 desember yang lalu tentu pihak desa melaksanakan di akhir tahu 2018.
Kades mengakui dalam mengerjakan pelaksanaan proyek  penimbunan berpacu dengan waktu  dan hujan.

Jika ada jalan yang rusak  dan berlumpur kerena waktu pengerjaaan jalan,jangan salahkan pemerintahan  desa silakan salakan ,mobil angkutan buah sawit dan cuaca di akhir  akhir ini musin  hujan,sebut kades sahar ruddin kepada awak media.

"Wajara jalan menjadi hancur dan jalan terkikis air hujan".
Saharudin  merasa dirinya tidak ada mempermaikan angaran desa,  bahkan dirinya menambah penibunan dari 3,5 km menjadi 3,8km.


Jika ada temuan tentu dirinya siap untuk mengembalikan  angaran, terkecuali saya tidak melaksanakan pekerjaan, Tentu bisa berbuntut  hikum. Bagaianapun  pihak kepala desa di lindungi oleh kejasaan tutup sahar. 

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »

Senin,08 April 2019 - 13:10:51 WIB

Beredar Isu Hoax, Alumni Geram dan Desak STAI Rokan Tempuh Jalur Hukum

Menanggapi isu yang beredar, terkait dugaan adanya mahasiswa 'Siluman' di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rokan, Baganbatu, Alumni STAI Rokan angkatan 15 angkat bicara. Berita yang beredar di publik, yang diterbitkan oleh salah satu media online sangat meresahkan banyak pihak, diantaranya alumni. Demikian disampaikan Alumni STAI Rokan angkatan 15, M. Syarif, Minggu (7/4) di Baganbatu.

Senin,08 April 2019 - 13:10:51 WIB

Beredar Isu Hoax, Alumni Geram dan Desak STAI Rokan Tempuh Jalur Hukum

Menanggapi isu yang beredar, terkait dugaan adanya mahasiswa 'Siluman' di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rokan, Baganbatu, Alumni STAI Rokan angkatan 15 angkat bicara. Berita yang beredar di publik, yang diterbitkan oleh salah satu media online sangat meresahkan banyak pihak, diantaranya alumni. Demikian disampaikan Alumni STAI Rokan angkatan 15, M. Syarif, Minggu (7/4) di Baganbatu.