Polisi: Hentikan "Pungli" Dari Pekerja Jalinsum Riau

Dibaca: 9506 kali  Kamis,18 Juni 2015
Polisi: Hentikan
Ket Foto : ilustrasi

Rengat-(Riauterbit.com) - Kepolisian Resort Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, meminta agar jangan ada lagi pungutan liar atau "pungli" dari pekerja kepada pengguna jalan di area proyek yang menerapkan sistem buka-tutup di Jalan Lintas Timur Sumatera.

"Kami tegaskan agar oknum yang bertugas untuk jalan buka tutup di lintas timur mengindahkannya," kata Kasat Lantas Polres Indragiri Hulu (Inhu), AKP Emil Aka Putra di Rengat, Kamis.

Ia mengatakan, jika pekerja itu tetap meminta uang kepada sejumlah pengguna kendaraan maka terjadi keresahan di masyarakat, sementara mereka di pekerjakan oleh pihak perusahaan, selain itu justru menimbulkan kemacetan baru.

Sejumlah pengendara yang melintas di jalan lintas timur berharap kemacetan akan segera berakhir, apalagi menjelang lebaran karena kuantitas mobil diyakini akan semakin melonjak.

"Semua berharap akan normal secepatnya," ujarnya.

Wakil Direktur Lantas Polda Riau AKBP Iwan Sonjaya juga mengatakan hal yang sama di saat mendampingi Kasat lantas Polres Inhu di Kecamatan Lirik.

Wilayah Inhu terdapat empat titik pengerjaan rigid yakni dua titik di Lirik, satu titik di Batang Gansal dan satu titik lagi di Seberida karena itu pengawasan harus di tingkatkan, namun demikian pihak perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut juga dihimbau untuk memperlebar bagian pinggir jalan agar kemacetan tiddak beresiko kecelakaan.

Akibat adanya pengerjaan rigid itu maka jalan terpaksa digunakan satu arah dan tentunya menggangu arus lalu lintas. Sebab itu, Polda Riau meminta kepada rekanan kontraktor yang mengerjakan proyek agar segera menyelesaikan pengerjaan sebelum H minus tujuh lebaran idul fitri.

" Dalam peninjauan ini kami juga melibatkan Dinas PU Propinsi Riau, Dinas PU Inhu dan Dinas Perhubungan," ujarnya.

Tujuannya untuk memastikan kondisi kelancaran lalu lintas di Jalan Lintas Timur selama Bulan Suci Ramadhan hingga H plus tujuh lebaran Idul Fitri.

Masih menurut AKP Emil, apabila hingga H minus tujuh pengerjaan rigid belum selesai, maka pengerjaan harus dihentikan agar lalu lintas lebaran berjalan lancar. (ant)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »