Mahyeldi Ansharullah : Kota Pekanbaru merupakan percontohan yang kompleks

Dibaca: 2951 kali  Rabu,07 Februari 2018
Mahyeldi Ansharullah : Kota Pekanbaru merupakan percontohan yang kompleks
Ket Foto : MUSKOMWIL 1 APEKSI 2018 di Pekanbaru

RIAUTERBIT.COM - Wali Kota Padang Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyebutkan bahwa Kota Pekanbaru merupakan percontohan yang kompleks dalam hal pembangunan masyarakat dan infrastruktur.
     
"Semuanya ada disini, perpaduan antara pembangunan dan kebudayaan berjalan harmonis," ucap Mahyeldi.

Hal tersebut ia sampaikan terkait dengan pemaparan Wali Kota Pekanbaru Firdaus tentang program Smart City Madani dalam pembukaan MUSKOMWIL 1 APEKSI 2018. Mahyeldi menilai bahwa penunjukkan Kota Pekanbaru sebagai tuan rumah sudah tepat, mengingat berbagai terobosan dalam bidang smart city terus digenjot oleh Pemko Pekanbaru.

Lebih jauh Mahyeldi menyebutkan bahwa perpaduan antara budaya Melayu yang masih sangat kental di Pekanbaru dengan perkembangan teknologi seolah menjadikan kota tersebut modern namun tetap berakhlak. Inilah yang menjadi salah satu hal yang patut dicontoh oleh para peserta APEKSI lainnya.

Hal lainnya yang tak luput dari perhatian Mahyeldi adalah pembangunan infrastruktur dari Kota Pekanbaru. Dalam hal ini Mahyeldi berpendapat bahwa Pekanbaru cukup sukses dalam hal pembangunan dan penataan kota. Baginya penataan kota tersebut adalah hal yang penting. Pasalnya, ia berpendapat bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat juga berkaitan dengan bagaimana pemerintah daerah  mengatur peta persebaran pembangunan. Tentu hal terseut dirasa sesuai dengan tema MUSKOMWIL 1 APEKSI yaitu "Persiapan Pemerintah Daerah Dalam Rangka Menjaga Keberlanjutan Program Pembangunan Daerah".

"Kalau dalam suatu lokasi isinya penjual semua tentu akan menjadi masalah. Inilah yang kemudian menjadi salah satu bukti keberhasilan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal penataan pembangunan tersebut," jelas Mahyeldi kemudian.

Hal senada juga disampaikan Wali Kota Solok Zul Elfian. Kepada Antara Zul Elfian menuturkan bahwa banyak hal yang dapat ia ambil dari pertemuan kali itu. Pria yang akrab dipanggil Zul tersebut mengaku bahwa kota yang ia pimpin saat ini tengah berupaya untuk menerapkan teknologi dalam setiap lini kehidupan masyarakat. Oleh karena itu ia menilai bahwa Pekanbaru dinilai sangat pas didapuk sebagai tuan rumah dari pertemuan kepala daerah dari lima Provinsi di Pulau Sumatera.

Salah satu hal penting yang rencananya akan dicoba terapkan di daerah yang terkenal dengan produksi berasnya tersebut ialah konsep "Smart City Madani". Baginya "Smart City Madani" tersebut adalah sebuah terobosan yang konkrit dalam suatu pemerintahan. Tentang bagaimana Pemerintah Kota Pekanbaru menyesuaikan penerapan teknnologi yang disesuaikan dengan budaya Melayu.

"Smart City Madani menurut saya adalah sebuah terobosan penting dalam pelayanan masyarakat. Adaptasi teknologi adalah sebuah keharusan, namun budaya jangan ditinggalkan," tutup Zul Elfian.
 
Menanggapi hal tersebut,  Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengaku bahwa keberhasilan yang diraih pemerintah kota adalah hasil kerja keras semua pihak. Ia menuturkan bahwa pemerintah daerah sebagai pelaksana hanyalah melakukan tugasnya dalam hal pelayanan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini kesejahteraan tersebut ia nilai bukan hanya dari materi, namun juga terkait pelayanan yang diterima oleh warga Pekanbaru.

Lebih jauh Firdaus menjelaskan bahwa dalam MUSKOMWIL 1 APEKSI tersebut pihaknya juga akan belajar berbagai keunggulan dari Pemerintah Kota lain yang hadir dalam perhelatan tersebut.

"Ada 24 Walikota dari lima Provinsi yang hadir. Tentu banyak hal yang akan didapat dari MUSKOMWIL 1 APEKSI ini," kata Firdaus. (ADV)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »

Kamis,05 Juli 2018 - 00:27:48 WIB

Pendaftaran Calon Bawaslu Kabupaten Kota Se-Riau Ditutup, 352 Orang Mendaftar

Hari ini, rabu tanggal 4 Juli 2018, pendaftaran calon anggota Bawaslu Kab/Kota Se- Riau resmi ditutup, data terakhir sampai dengan jam 16 .00 wib telah mendaftaf sebanyak 325 calon, belum termasuk calon yang mendaftar via pos yang mengirimkan lamaran dihari terakhir (cap pos). Penerimaan calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota di Provinsi Riau telah dibuka sejak tanggal 28 Juni 2018 yang lalu sampai dengan hari ini.. Pelamar lebih banyak yang mengantar langsung berkas lamarannya ke sekretariat Tim Seleksi (Timsel) di Jalan Adi Sucipto No.284, Komplek Transito Pekanbaru, dibanding melalui Jasa kurir atau Pos. Batas akhir Penerimaan berkas yang diantar langsung ke sekretariat adalah hingga jam 4 sore, sedangkan pengiriman berkas dengan cara scan dan di kirimkan ke alamat email timsel bawaslu.kkseriau2018@gmail.com hingga pukul 23.59 Wib. Sampai jam 16.00 sore ini, tercatat 352 orang pendaftar telah mengirimkan/mengantarkan berkas, dengan rincian sementara jumlah Pendaftar per-Kabupaten/Kota se-Riau sebagai berikut : Kota Pekanbaru : 102 Orang Kota Dumai : 15 Orang Kab. Bengkalis : 19 Orang Kab. Siak : 28 Orang Kab. Rohil : 25 Orang Kab. Meranti : 15 Orang Kab. Kampar : 32 Orang Kab. Rohul : 27 Orang Kab. Inhil : 11 Orang Kab. Kuansing : 36 Orang Kab. Pelalawan : 37 Orang Dari 352 Orang pendaftar tersebut (kemungkinan akan bertambah sampai malam ini) dan akan di lakukan penilaian berkas/seleksi administrasi dengan jumlah 252 Orang yang akan lulus, dan nantinya akan mengikuti tes tertulis CAT dan Psikologi. 252 Orang tersebut, perkiraan yang akan terjaring sebanyak 198 Orang yang akan mengikuti Tes Kesehatan dan Wawancara. Akhir jumlah Peserta Calon yang akan dikirim ke Bawaslu RI sebanyak 108 Orang dan nantinya akan menduduki posisi komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota sebanyak 54 Orang. "Batas waktu penerimaan berkas memang berakhir pada jam 4 sore, namun untuk peserta yang telah mengirimkan berkas melalui email sampai jam 23.59 Wib tetap akan di terima, artinya penerimaan berkas tetap berlangsung walaupun berkas asli nya diterima diluar tanggal 4 Juli." ujar Ketua Timsel 1 Dr.Hasanuddin, M.Si. "Sama halnya jika melalui Pos Kilat, kita akan terima dengan memperhatikan tanggal pengiriman berkasnya atau tanggal Cap Posnya yaitu paling lambat tanggal 4 Juli 2018", tambahnya. Dari beberapa Kabupaten yang ada, rencananya akan dilakukan perpanjangan waktu penerimaan berkas untuk Kabupaten yang jumlah pesertanya kurang dari 30 Orang, untuk Kabupaten/Kota yang akan memiliki komisioner Bawaslu sebanyak 5 Orang yaitu Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Inhu, Inhil, dan Kota Pekanbaru. Sedangkan Kabupaten Meranti, Kuansing, dan Kota Dumai akan memiliki komisioner Bawaslu masing-masing sebanyak 3 Orang.

Kamis,05 Juli 2018 - 00:27:48 WIB

Pendaftaran Calon Bawaslu Kabupaten Kota Se-Riau Ditutup, 352 Orang Mendaftar

Hari ini, rabu tanggal 4 Juli 2018, pendaftaran calon anggota Bawaslu Kab/Kota Se- Riau resmi ditutup, data terakhir sampai dengan jam 16 .00 wib telah mendaftaf sebanyak 325 calon, belum termasuk calon yang mendaftar via pos yang mengirimkan lamaran dihari terakhir (cap pos). Penerimaan calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota di Provinsi Riau telah dibuka sejak tanggal 28 Juni 2018 yang lalu sampai dengan hari ini.. Pelamar lebih banyak yang mengantar langsung berkas lamarannya ke sekretariat Tim Seleksi (Timsel) di Jalan Adi Sucipto No.284, Komplek Transito Pekanbaru, dibanding melalui Jasa kurir atau Pos. Batas akhir Penerimaan berkas yang diantar langsung ke sekretariat adalah hingga jam 4 sore, sedangkan pengiriman berkas dengan cara scan dan di kirimkan ke alamat email timsel bawaslu.kkseriau2018@gmail.com hingga pukul 23.59 Wib. Sampai jam 16.00 sore ini, tercatat 352 orang pendaftar telah mengirimkan/mengantarkan berkas, dengan rincian sementara jumlah Pendaftar per-Kabupaten/Kota se-Riau sebagai berikut : Kota Pekanbaru : 102 Orang Kota Dumai : 15 Orang Kab. Bengkalis : 19 Orang Kab. Siak : 28 Orang Kab. Rohil : 25 Orang Kab. Meranti : 15 Orang Kab. Kampar : 32 Orang Kab. Rohul : 27 Orang Kab. Inhil : 11 Orang Kab. Kuansing : 36 Orang Kab. Pelalawan : 37 Orang Dari 352 Orang pendaftar tersebut (kemungkinan akan bertambah sampai malam ini) dan akan di lakukan penilaian berkas/seleksi administrasi dengan jumlah 252 Orang yang akan lulus, dan nantinya akan mengikuti tes tertulis CAT dan Psikologi. 252 Orang tersebut, perkiraan yang akan terjaring sebanyak 198 Orang yang akan mengikuti Tes Kesehatan dan Wawancara. Akhir jumlah Peserta Calon yang akan dikirim ke Bawaslu RI sebanyak 108 Orang dan nantinya akan menduduki posisi komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota sebanyak 54 Orang. "Batas waktu penerimaan berkas memang berakhir pada jam 4 sore, namun untuk peserta yang telah mengirimkan berkas melalui email sampai jam 23.59 Wib tetap akan di terima, artinya penerimaan berkas tetap berlangsung walaupun berkas asli nya diterima diluar tanggal 4 Juli." ujar Ketua Timsel 1 Dr.Hasanuddin, M.Si. "Sama halnya jika melalui Pos Kilat, kita akan terima dengan memperhatikan tanggal pengiriman berkasnya atau tanggal Cap Posnya yaitu paling lambat tanggal 4 Juli 2018", tambahnya. Dari beberapa Kabupaten yang ada, rencananya akan dilakukan perpanjangan waktu penerimaan berkas untuk Kabupaten yang jumlah pesertanya kurang dari 30 Orang, untuk Kabupaten/Kota yang akan memiliki komisioner Bawaslu sebanyak 5 Orang yaitu Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Inhu, Inhil, dan Kota Pekanbaru. Sedangkan Kabupaten Meranti, Kuansing, dan Kota Dumai akan memiliki komisioner Bawaslu masing-masing sebanyak 3 Orang.