Pascakebakaran SMPN 4 Pekanbaru Belum Dapat Bantuan, Perbaikan Dilakukan Swadaya

Dibaca: 1162 kali  Rabu,24 Januari 2018
Pascakebakaran SMPN 4 Pekanbaru Belum Dapat Bantuan, Perbaikan Dilakukan Swadaya
Ket Foto : kebakaran beberapa waktu lalu

RIAUTERBIT.COM - Pengelola SMPN 4 Kota Pekanbaru, Riau, mulai memperbaiki ruang kelas yang rusak dalam kebakaran beberapa waktu lalu secara swadaya.

Kepala SMPN 4 Pekanbaru, Ridwan di Pekanbaru, Selasa, mengatakan perbaikan seadanya untuk kelas sembilan dengan menggunakan material sejenis "fiberglass" untuk menutupi dinding yang roboh. Proses perbaikan ditargetkan dapat rampung dalam satu minggu ke depan sehingga proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.

Meski begitu, Ridwan berharap Pemerintah Kota Pekanbaru ikut membantu perbaikan bangunan gedung yang dilalap "Si Jago Merah", mengingat sampai saat ini proses belajar mengajar masih terus berlangsung.

"Kita harapkan Pemerintah daerah segera memperbaiki bangunan kelas yang terbakar," ucap Ridwan.

Ridwan mengaku bahwa saat ini pihaknya terpaksa memberlakukan "double shift" dalam hal penggunaan ruang belajar. Pasalnya untuk ruang ruang belajar untuk kelas sembilan juga ikut menjadi korban dalam peristiwa nahas tersebut. Sehingga penggunaan kelas sembilan berpindah ke kelas delapan, sedangkan untuk kelas delapan terpaksa bergantian dengan kelas tujuh.

Kendati menggunakan kelas secara bergantian, Ridwan mengklaim bahwa hal tersebut tidak mengganggu aktifitas belajar siswa. Ia menuturkan bahwa para pelajar masih dapat belajar dengan nyaman tanpa gangguan berarti. Kendati demikian ia kembali mnegharapkan bantuan pemerintah mengingat kelas sembilan yang saat ini mulai mempersiapkan Ujian Akhir Nasional.

"Tidak ada masalah. Tapi tentu kita tetap mengupayakan agar proses belajar dapat kembali normal," katanya kemudian.

Ridwan mengaku bahwa telah ada kunjungan dari pihak Pemerintah Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. Namun hal tersebut masih sebatas tinjauan lapangan dan belum membahas soal anggaran perbaikan. Oleh karena itu pihaknya berharap agar pemerintah daerah dapat segera memperbaiki bangunan tersebut.

Salah seorang siswa kelas tujuh, Safar mengaku bahwa dirinya tidak terlalu bermasalah dengan pergantian waktu belajar tersebut. Ia mengatakan bahwa perubahan waktu tersebut justru dapat membuat dirinya lebih bersantai untuk datang ke sekolah. Lebih jauh ia menuturkan bahwa pada hari biasa ia harus berangkat pukul enam pagi dari rumahnya. Namun kini ia dapat bangun lebih siang dan dapat membantu orang tuanya berjualan dirumah.

 "Bangun siang pun tak apa-apa. kan masuknya jam satu (13.00)," ucap Safar seraya tertawa. (ant)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »