Gas Melon Semakin Hilang Dari Pasaran

Dibaca: 3838 kali  Senin,13 November 2017
Gas Melon Semakin Hilang Dari Pasaran
Ket Foto :

RIAUTERBIT.COM - Kelangkaan gas LPG (Liquid Petrolium Gas) ukuran 3 kilogram (kg)Â di Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru tak kunjung terselesaikan. Malahan, gas melon berwarna ijo itu hilang dari pasaran dan membuat masyarakat ekonomi menengah ke bawah semakin kesulitan.

Dalam hal ini, Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Riau akhirnya turun tangan dengan menggelar rapat tertutup bersama instansi terkait, Senin (12/11/2017).

Hadir dalam rapat itu, diantaranya Pertamina, Dinas Perdagangan Kota Pekanbaru, SKK Migas dan beberapa yang lainnya.

Adapun fokus pembahasan pertemuan ini untuk merancang secara matang rencana razia rutin terhadap titik atau wilayah yan berpotensi 'memainkan' atau menimbun elpiji yang menyebabkan kelangkaan.

"Ada indikasi terjadi penimbunan elpiji oleh oknum-oknum. Razia rutin akan dilakukan," kata Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Riau, Darusman kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Senin pagi.

Berdasarkan pantauan timnya di lapangan, Darusman mengatakan, bahwa ada indikasi lain selain penimbunan penyebab kelangkaan elpiji 3 Kg.

"Kita melihat kelangkaan lebih banyak terjadi di wilayah perbatasan, terutama antara Pekanbaru dan Kampar. Mereka yang terdata sebagai warga Kampar, banyak membeli ke Pekanbaru," urainya.

Sehingga, kata mantan Kepala Biro Humas Setdaprov Riau ini terjadi kekurangan persediaan untuk wilayah Kota Pekanbaru sendiri. "Karena mereka yang tinggal di perbatasan, lebih dekat membeli gas ke Pekanbaru dibanding wilayah Kampar sendiri," jelas Darusman.Untuk itu, fungsi agen dan pangkalan sangat diharapkan dalam pendistribusian gas ke kedai-kedai kecil.

Untuk diketahui, Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 Kg di Pekanbaru sudah ditetapkan sebesar Rp18 ribu. Sementara sejak beberapa waktu belakangan, terjadi kelangkaan hingga gas elpiji 3 Kg dijual Rp35-40 ribu.(gr)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »

Senin,08 April 2019 - 13:10:51 WIB

Beredar Isu Hoax, Alumni Geram dan Desak STAI Rokan Tempuh Jalur Hukum

Menanggapi isu yang beredar, terkait dugaan adanya mahasiswa 'Siluman' di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rokan, Baganbatu, Alumni STAI Rokan angkatan 15 angkat bicara. Berita yang beredar di publik, yang diterbitkan oleh salah satu media online sangat meresahkan banyak pihak, diantaranya alumni. Demikian disampaikan Alumni STAI Rokan angkatan 15, M. Syarif, Minggu (7/4) di Baganbatu.

Senin,08 April 2019 - 13:10:51 WIB

Beredar Isu Hoax, Alumni Geram dan Desak STAI Rokan Tempuh Jalur Hukum

Menanggapi isu yang beredar, terkait dugaan adanya mahasiswa 'Siluman' di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rokan, Baganbatu, Alumni STAI Rokan angkatan 15 angkat bicara. Berita yang beredar di publik, yang diterbitkan oleh salah satu media online sangat meresahkan banyak pihak, diantaranya alumni. Demikian disampaikan Alumni STAI Rokan angkatan 15, M. Syarif, Minggu (7/4) di Baganbatu.