Kabag humas kampar himbau warga ikuti pemerintah Agar tidak terjadi polemik di kampar

Dibaca: 8887 kali  Kamis,11 Juni 2015
Kabag humas kampar himbau warga ikuti pemerintah  Agar tidak terjadi polemik di kampar
Ket Foto : Kabag Humas Setda Kampar Sabaruddin saat menerima Pengahragaan Sahabat Pers dari Bupati Inhil Wardan pada puncak HPN di Gedung Daerah Tembilahan Inhil, Minggu malam (3/5).


Bangkinang-(Riauterbit.com)- Agar tidak terjadi polemik di masyarakat kampar Kabag humas pemdah kampar sabaruddin mengajak semua umat beragama di kabupaten kampar Untuk mengikuti apa yang sudah di putuskan pemerintah kampar ungkap sabar kepada wartawan kamis 10/06 di ruang kerjanya.

Dan minta kesadaran pengusaha rumah makan untuk dapat menutup usahanya pada siang hari selama bulan ramadhan karna umat islam sedang melakukan puasa Bagi non muslim mari kita hormati umat islam yang melakukan rukun imannya Kendati bedasarkan kalender Masehi 2015, bulan puasa jatuh pada 18 Juni mendatang tetapi dalam menetapkan jadwal pastinya puasa bagi umat islam di Indonesia harus melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag).

Namun pemdah kampar sudah menetapkan 1. Ramadhan pada hari kamis tangal 18 juni mendatang Penetapan ini sudah melalui sidang hisab rukiyah kantor kemetrian agama kampar Karna jadwal bulan suci ramadan,sudah di tetapkan pemda kampar dan setiap masyarakat wajib ikut serta menjaga ketertiban dan kekompakan Ditanya jika ada perbedaan dalam penentuan bulan suci ramadan yang dilakukan dari Organisasi Masyarakat (Ormas), sabaruddin mengakui bahwa permasalahan dan polemik sangat memungkinkan terjadi adanya perbedaan soal penetapan awal ramadhan.

” Maka karna itu Agar tidak terjadi polemik di masyarakat, kita ajak masyarakat kampar untuk megikuti apa yang sudah di lakukan BHR”kampar bebernya. Kendati bedasarkan kalender Masehi 2015, bulan puasa jatuh pada 18 Juni mendatang tetapi dalam menetapkan jadwal pastinya puasa bagi umat islam di kampar harus melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag). Disebutkannya, sebelum melalui sidang isbat sebagai penetapan jadwal bulan suci ramadan, setiap daerah juga wajib ikut serta menentukan jadwalnya dengan cara melalui rukhyatul hilal terlebih dahulu.(juf)

 

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »