Ramadhan Berkah, Tria Gadis Pengrajin Jilbab di Pekanbaru Ini Kebanjiran Pesanan

Dibaca: 6300 kali  Jumat,02 Juni 2017
Ramadhan Berkah, Tria Gadis Pengrajin Jilbab di Pekanbaru Ini Kebanjiran Pesanan
Ket Foto : Ramadhan Berkah, Tria Gadis Pengrajin Jilbab di Pekanbaru Ini Kebanjiran Pesanan.
RIAUTERBIT.COM - Pengrajin busana muslim di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mengalami peningkatan permintaan jilbab atau hijab hingga 50 persen pada saat bulan Ramadan 1438 H.
 
"Dari bulan Mei sudah mulai meningkat permintaan yang biasanya 400 dalam sebulan, sekarang naik jadi 600 jilbab dan bisa meningkat waktu dekat Lebaran. Sekarang saya siang-malam menjahit jilbab," kata Tria Mitriana, pengarajin "pku.hijab" kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (
 
Gadis berusia 24 tahun ini mulai merintis bisnis membuat jilbab selama dua tahun terakhir. Kreativitasnya memproduksi jilbab dengan desain yang ramai corak dan penuh warna, telah membuat industri rumah tangga ini mendapat pelanggan tidak hanya di Provinsi Riau, melainkan juga dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau hingga Banten.
 
"Omzet bisnis saya saat bulan normal sekitar Rp4 juta per bulan, namun sepertinya akan meningkat terus pada bulan Ramadan dan Lebaran nanti," kata Tria yang mengatakan modal awalnya hanya Rp500 ribu untuk bisnis jilbabnya itu.
 
Tria termasuk cukup berani menggeluti bisnis busana muslim dengan semuanya dikerjakan sendiran. Mulai dari mencari desain, mencari bahan, menjahit, hingga pemasaran dilakukannya sendiri.
 
"Awalnya saya mempekerjakan penjahit, namun saya akhirnya belajar dan menjahit sendiri," kata Tria yang memproduksi jilbab dirumahnya di Jl. Indrapuri Kelurahan Sail itu.
 
Ia menilai, industri kreatif busana muslim akan terus punya potensi besar untuk berkembang selama bisa menawarkan ide kreatif dan berani mencoba hal baru. Busana muslim untuk remaja hingga wanita umur 30-40 tahun menjadi target pasar terbesar.
 
Tria akhirnya meninggalkan pekerjaan lamanya disebuah apotek sehingga bisa fokus berbisnis jilbab. Strategi pemasaran dengan media sosial menjadi cara yang sangat membantu dalam penjualan.
 
"Saya juga tidak menyematkan logo diproduk saya supaya konsumen yang ingin menjual lagi atau reseller bisa lebih leluasa. Yang penting pemesanan terus bertambah meski tidak pasang logo dijilbab," katanya.
 
Menurut dia, rata-rata jilbabya dijual secara grosir dengan harga Rp45 ribu hingga Rp80 ribu per unit. Aneka model jilbab buatannya terus diperbarui di media sosial seperti Instagram diakun "pku.hijab".(ant)
Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »