Kini Ocu Jefry Noer Jadi Dosen, Keliling Beri Kuliah Umum Di Tiga Provinsi

Dibaca: 3966 kali  Jumat,26 Mei 2017
Kini Ocu Jefry Noer Jadi Dosen, Keliling Beri Kuliah Umum Di Tiga Provinsi
Ket Foto : Mantan Bupati Kampar, H Jefry Noer diundang Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Medan memberikan kuliah umum

RIAUTERBIT.COM - Mantan Bupati Kampar, H Jefry Noer diundang Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Medan memberikan kuliah umum di tiga provinsi, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh sejak 21 sampai 24 Mei 2017 memberikan materi tentang Sucsess Story of Farm sebagai pelaku utama dan pelaku bisnis di bidang pertanian.

Dalam pemaparannya, Jefry menyampaikan ada lima kunci sukses, pertama jadikan 24 jam untuk beribadah kepada Allah, kedua rajin bersedekah, ketiga cintai pekerjaan, keempat disiplin dan kelima tinggalkan perbuatan mubazir.

Menurutnya, bekerja itu tidak harus menjadi PNS, “Setelah tamat kuliah jangan pernah bercita-cita menjadi PNS, menjadi wirausaha di bidang pertanian jauh lebih menjanjikan, asal rajin, tekun, ikhlas beribadah, maka orang Miskin Bisa Jadi Kaya dan Insyaa Allah masuk surga,” ujarnya memberikan materi Bimtek didampingi istrinya, Hj Eva Yuliana SE yang juga anggota DPRD Provinsi Riau ini.

Jefry menyampaikan kepada para peserta tidak suka mengeluh, memiliki ilmu pertanian itu dipraktekkan, bagaimana bisa menjadi petani yang handal dan dia menyarankan kepada para peserta membuat kelompok gabungan dan mencari pekerja khusus mengelolah usaha tani itu, agar tidak merugi, sebab kalau tidak ahlinya bantuan yang didapatkan itu menjadi sia-sia dan peserta tetap mengontrol dan mengetahui perkembangan usahanya.

“Kesukesan itu harus dibarengi dengan usaha keras, tekun, kalaupun masih menemui kegagalan itu bukanlah gagal tetapi keberhasilan yang tertunda,” ujarnya.

Jefry menjelaskan tentang program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE), dengan memanfaatkan lahan seluas 1000M2 dapat digunakan untuk tanaman sayur mayor, cabai, bawang, memelihara ayam, ikan lele serta ternak sapi sebanyak enam ekor. Kotoran padar sapi bisa dimanfaatkan sebagai sumber biogas dan urinenya menjadi pupuk cair dengan hasil sangat menakjubkan.

Para peserta sangat tertarik dengan program yang booming di Kabupaten Kampar yakni RTMPE, bahkan mereka akan berkunjung ke Kubang Jaya untuk melihat langsung bagaimana praktek menanam cabai dan bawang merah bisa tumbuh subur.

Mantan anggota DPRD Provinsi Riau ini menjelaskan bahwa untuk sukses menanam bawang merah yang harus dijaga keseimbangan PH tanah diatas 6, jika tidak tidak bisa tumbuh subur.

Eva Yuliana juga mendapat kesempatan menjadi pembicara dalam kegiatan itu yang juga menyampaikan materi bagaimana menerapkan ilmu pertanian itu sehingga menjadi petani yang handal, kuncinya harus rajin, kata dia.

Diantara yang hadir di Padang, Kepala Sekolah SMK PP Padang, Ir Jamalus, dari Pudik Pertanian Kementan RI, Ida, Dekan Fakultas Pertanian Unan Padang, DR, Ir Munzir.

Dekan Fakultas Unand Padang, DR Ir Munzir mengatakan bahwa program RTMPE itu merupakan program yang luar biasa, ini patut ditiru dan diterapkan untuk bidang pertanian terpadu.

“Pak Jefry Noer kami undang memberikan Bimbingan Teknis tentang success story farm, menyampaikan materi tentang kesuksesan pelaku utama dan pelaku bisnis di bidang pertanian untuk sekolah-sekolah yang mendapatkan kerjasama dari Kementerian Pertanian RI,” kata Ketua STPP Medan, DR Drs Susanto MSi didampingi Ketua Panitia Nurliana Harahap, SP, MSi.

Pertemuan dilaksanakan di Aceh diikuti peserta Bimbingan Teknis Penumbuhan Minat Wirausaha Muda Pertanian (PMWP) sebanyak 10 kelompok bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Penyuluh Pertanian (SMK PP) dan mahasiswa Universitas Andalas (Unan) sebanyak 10 kelompok.

Kemudian di Padang Sumatera Barat diikuti gabungan SMK PP Padang Mangatas, SMK PP Sumbawa, SMK PP Padang dan mahasiswa Unan sebanyak 162 orang dan di Medan khusus bagi peserta mahasiswa STPP Medan semester II sebagai calon penerima bantuan PMWP.

“Tiga provinsi ini dibawah koordinai STPP Medan dalam Penumbuhan Minat Wirausaha Muda Pertanian dari Kementerian Pertanian RI yang tujuannya salah satunya adalah untuk regenerasi bidang pertanian dengan harapan para mahasiswa bila lulus nanti memiliki orientasi tidak menjadi pegawai pemerintah atau sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi bagaimana menjadi pengusaha muda yang handal,” ujarnya.

Dalam kerjasama ini, siswa SMK PP diberi bantuan dari Kementan RI modal dana sebesar Rp15 juta perkelompok terdiri dari tiga sampai lima orang, yang anggota kelompoknya mereka tentukan sendiri, membuat set plan bisnis, untuk mahasiswa Universitas Sia Kuala (Unusia) Pertanian di Aceh, Unan Padang bagi alumninya minimal dua tahun pasca wisuda mendapatkan bantuan sebesar Rp35 juta perkelompok.

“Bantuannya lebih besar, sebab mereka sudah focus untuk pengembangan usaha dan ilmunya sudah banyak, sedangkan yang berstatus mahasiswa masih belajar,” terang Susanto.

Nurliana menambahkan bahwa dari semua peserta yang mengikuti Bimtek ini sangat antusias mendengarkan pemaparan dari Jefry Noer, “Ilmu yang dimiliki pak Jefry ini sangat bagus, saying kalau tidak dimanfaatkan untuk dipraktekkan dalam menumbuhkembangkan generasi muda yang memiliki jiwa wirausaha (entrepreneurship) khusus di bidang pertanian, kami sangat membutuhkan pelaku utama dan pelaku bisnis seperti yang dimiliki pak Jefry Noer ini,” ungkapnya. (ant)

 

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »