Menyongsong Wisata Bono Tanpa Lumpur

Dibaca: 6736 kali  Sabtu,04 Maret 2017
Menyongsong Wisata Bono Tanpa Lumpur
Ket Foto : Riyan Ade Putra, sekretaris Tunas Muda Pelalawan.

Oleh : Riyan Ade Putra

TUJUANNYA dibentuk nya bangsa Indonesia yang salah satunya adalah untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, dari pusat kota hingga menyentuh ke pelosok desa.

Untuk mencapai tujuan tersebut masih banyak PR yang menjadi ujian serius bagi pemerintah, salah satunya dikarenakan akses infrastruktur jalan yang terputus sehingga tersendatnya perekonomian masyarakat.

Di era otonomi daerah merupakan angin segar bak angin surga yang berhembus bagi daerah, karena otonomi daerah menjamin hak masyarakat di daerah untuk mengatur rumah tangga tersendiri karena sentralisasi yang diterapkan di orde baru belum mampu memberikan kepuasan terhadap daerah.

Memasuki 19 tahun pasca Reformasi, sepertinya kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia nampaknya belum juga bisa terwujud.

Tepat di Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalalawan, Riau kejadian kesenjangan pembangunan tetap terjadi, dikarenakan infrastruktur jalan lintas Bono yang merupakan jalan provinsi masih menjadi jalan seakan berlumpur, karena tekstur tanah di daerah tersebut merupakan tanah gambut yang sangat lembut.
Keterbatasan anggaran APBD provinsi seharusnya pemerintah mencarikan jalan keluar, atau solusi positif untuk merubah kondisi jalan tersebut semisalnya mungkin saja dengan menaikan status jalan tersebut menjadi jalan strategis nasional sehingga APBN bisa masuk untuk membantu pembangunan jalan tersebut.

Perusahaan yang beroperasi di wilayah kerja bisa melakukan sharing budget dengan Pemerintah, karena pajak negatif yang lebih di kenal dengan sebutan CSR bisa dipergunakan untuk membantu lintas Bono menjadi lintasan layak untuk dilalui oleh masyarakat.

Betapa tidak, jalan yang menjadi satu satunya akses darat yang menghubungkan wisata Bono yang merupakan salah satu ikon pariwisata Kabupaten Pelalalawan bahkan provinsi Riau dengan kondisi memprihatinkan, kalau akses ini tidak diperhatikan maka harapan Riau untuk menarik turis untuk berwisata ke Riau khususnya ombak Bono hanya menjadi mimpi yang tidak menjadi kenyataan .

Efek domino dari infrastruktur yang bagus juga akan berdampak pada masyarakat, para petani dengan mudah menjual hasil pertanian keluar dengan biaya transportasi yang murah, begitu juga para pariwisata akan sangat tertarik untuk berwisata ke ombak Bono yang juga bisa berdampak secara ekonomi bagi masyarakat.(rilis)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »