Pendukung Bali Nine tak move on, 3 KJRI diancam bubuk putih

Dibaca: 5376 kali  Kamis,28 Mei 2015
Pendukung Bali Nine tak move on, 3 KJRI diancam bubuk putih
Ket Foto : Ilustrasi
Teror terhadap perwakilan pemerintah Indonesia di Australia tak kunjung usai terkait eksekusi dua penyelundup narkoba Bali Nine. Kemarin, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Melbourne, Sydney, dan Perth, dalam waktu bersamaan mendapat kiriman bubuk putih mencurigakan.
 
Seperti dilansir the Age, Kamis (28/5), kiriman itu menyebabkan para pegawai KJRI diungsikan. Di Melbourne, misalnya, 20 pegawai KJRI terpaksa berlarian siang bolong setelah ada satu orang membuka paket berupa bubuk putih.
 
Awalnya dikhawatirkan paket itu merupakan bubuk virus anthrax yang biasa dilakukan kelompok teroris. "Bubuk putih yang ditemukan di kantor konsulat Perth dan Melbourne sudah dinyatakan tidak berbahaya. Untuk bubuk putih yang ditemukan di Sydney masih diselidiki," ujar juru bicara Kepolisian Federal Australia (AFP).
 
Sebelum tiga KJRI itu mendapat teror bubuk putih, KBRI di Ibu Kota Canberra sudah kena ancaman serupa. Paket berupa bubuk putih itu tiba-tiba ada di ruang penerimaan surat. Polisi segera dipanggil, tapi hasil laboratorium menunjukkan tidak ada substansi berbahaya di dalamnya.
 
AFP berjanji meningkatkan pengamanan di setiap gedung perwakilan Indonesia.
 
Pekan lalu, warga Indonesia di Australia merasa terancam dengan adanya surat kaleng yang mampir ke KJRI Sydney. Pasalnya, si pengirim surat kaleng tersebut mengatakan akan menyiram orang-orang Indonesia di Australia dengan air keras.
 
Surat yang ditulis dalam bahasa Inggris itu dibuat lantaran kesal dengan Pemerintah Indonesia yang mengeksekusi mati dua gembong narkoba asal Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
 
Konsul Jenderal Indonesia di Sydney, Yayan Ganda Hayat Mulyana meminta masyarakat Indonesia di Sydney untuk tenang, walaupun harus tetap waspada.
 
"Kami mengimbau agar semua masyrakat Indonesia di wilayah kerja tetap tenang dan waspada, seraya tetap melaksanakan aktivitas keseharian," ujar Yayan.
 
Dua bulan sebelum eksekusi mati Bali Nine, KJRI Sydney juga pernah menerima ancaman balon darah. Seorang perempuan tertangkap kamera pengawas melemparkan 10 balon ke pagar halaman KJRI pada pukul 22.30 waktu setempat. Balon itu berisi cat merah darah. Sebagian balon pecah, sehingga cairan tersebut berceceran.
Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »