Kisah Sumur Larangan di Istana Siak yang Penuh Berkah

Dibaca: 5423 kali  Senin,23 Januari 2017
Kisah Sumur Larangan di Istana Siak yang Penuh Berkah
Ket Foto : Penampakan isi sumur ini, airnya sedang tidak jernih (Wahyu/detikTravel) (fay/fay)

RIAUTERBIT.COM- Ada banyak kisah menarik di balik dinding Istana Kesultanan Siak. Misalnya, ada Sumur Larangan di belakang istana yang konon airnya memiliki khasiat tertentu.

Sumur Larangan ini sebenarnya hanyalah sumur biasa yang terletak di bagian belakang Istana Asserayah Hasyimiyah, yang jadi pusat pemerintahan Kesultanan Siak Sri Indrapura. Sumur ini merupakan peninggalan dari Sultan Syarif Kasim II. Sultan sering menggunakan air dari sumur ini untuk wudhu dan mandi.

"Oleh sebab itu sumur ini disebut Sumur Larangan. Sumur ini dijaga tidak boleh sembarangan karena airnya dipakai untuk kebutuhan mandi dan ambil wudhu beliau, jadi kita tidak boleh sembrono, tidak boleh mengotori sumur ini," ujar Sukri, pemandu wisata yang menemani detikTravel berkeliling Istana Siak, Kamis (19/1/2017) pekan lalu.

Sumur Larangan sendiri memiliki kedalaman sekitar 6 meter. Dari sejak dibangun sultan hingga sekarang, sumur ini tidak mengalami perubahan bentuk bangunan, masih sama seperti aslinya.

Tak jauh dari Sumur Larangan, ada bangunan sumur baru dengan kedalaman sekitar 12 meter. Meski saling berdekatan dan sumur baru lebih dalam, ternyata air di Sumur Larangan punya debit yang lebih stabil bila dibandingkan dengan sumur baru di dekatnya.

Bahkan bisa dibilang, air di Sumur Larangan ini tidak pernah mengering. Menurut cerita Sukri, saat Siak sedang dilanda musim kemarau yang cukup panjang, air di sumur baru mengering, sementara air yang ada di Sumur Larangan masih banyak. Warga pun mengambil air sumur ini untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

"Pernah Siak kemarau panjang 4 bulan, air di sumur baru kering, tapi di Sumur Larangan airnya masih banyak. Padahal sumur baru lebih dalam. Sumur Larangan ini dari dulu tidak pernah kering," kenang Sukri yang sudah 23 tahun bekerja sebagai pemandu wisata di Istana Siak.

Selama 23 tahun bekerja sebagai pemandu, Sukri sudah banyak mengalami kisah-kisah yang cukup ajaib terkait Sumur Larangan. Sudah banyak pengunjung yang datang ke Sumur Larangan ini untuk menyembuhkan keluhan masalah hidupnya, dari mulai terserang penyakit aneh, hingga masalah jodoh.

"Ada anak umurnya 16 tahun, sakit itu perutnya membesar, badannya bengkak sampai tidak bisa sekolah. Sama ada satu orang pintar dikasih tahu disuruh mandi di sumur Istana Siak. Beberapa waktu sesudahnya, bapaknya si anak datang dan cerita anaknya sudah sembuh dan bisa sekolah lagi," kata Sukri.
Sumur ini punya banyak kisah ajaib (Wahyu/detikTravel)Sumur ini punya banyak kisah ajaib (Wahyu/detikTravel)
Cerita lain lagi soal seorang warga keturunan China dari Kota Pekanbaru yang datang ke Istana Siak karena istrinya sering kesurupan. Menurut cerita dari si suami, istrinya kesurupan karena dibawa pergi oleh dewa-dewa. Kalau sudah kesurupan, sang istri bisa merusak semua barang-barang yang ada di rumah.

"Kalau istrinya lagi kesurupan, itu habis semua barang-barang di rumah dirusak. Kalau lagi kesurupan, istrinya itu daun sirih dipegang langsung jadi uang. Dia cari tabib, disuruh ke Istana Siak. Saya antar itu jam 11 malam buat mandi. Seminggu lagi datang ke sini, istrinya sudah baik lagi," kisah Sukri.

Ada pula cerita Sukri soal pasangan dari daerah Bengkalis, Riau yang sengaja datang ke Istana Siak untuk mandi memakai air sumur tersebut. Itu karena mereka sudah lama menikah, tetapi belum juga dikaruniai keturunan.

"Dari Bengkalis ada juga yang ke sini. Mereka lama nikah tapi nggak punya anak. Mereka mandi di sumur, langsung punya anak. Sudah besar sekarang anaknya," imbuh Sukri.
Rombongan kami sedang melihat isi sumur istana (Wahyu/detikTravel)Wisatawan sedang melihat isi sumur istana (Wahyu/detikTravel)
Terakhir, ada juga cerita orang tua dari Medan yang jauh-jauh membawa anak gadisnya ke Istana Siak untuk mandi memakai air sumur istana. Anak gadis ini bermasalah dengan jodoh, karena sudah 4 kali tunangan namun semuanya kandas di tengah jalan.

"Ada dari Medan, anak gadis sudah 4 kali tunangan nggak nikah-nikah juga. Disuruhlah mandi di sumur ini. Akhirnya nikah juga," kata Sukri.

Meski sudah banyak kisah ajaib yang dialami dengan sumur istana ini, tetapi Sukri selalu menekankan bahwa sumur ini hanyalah sumur biasa selayaknya sumur lain. Airnya bisa diminum, buat mandi, dan bisa juga keruh seperti sekarang ini.

Hanya saja sumur ini merupakan peninggalan Sultan Syarif Kasim II yang cukup bersejarah dan mesti dilestarikan. "Sumur ini biasa saja. Jangan sampai kita minta-minta ke sumur. Berdoa kepada Allah saja," tutup Sukri.(detikTravel)
 

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »