Pendidikan Agama dan Etika Menumbuhkan Aklak Mulia dari Pesantren Untuk Indonesia

Dibaca: 8800 kali  Kamis,20 Oktober 2016
Pendidikan Agama dan Etika Menumbuhkan Aklak Mulia dari Pesantren Untuk Indonesia
Ket Foto : Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman

RIAUTERBIT.COM--Komitmen Pemerintah Pemerintah Riau untuk membangun sumber daya manusia dari bidang agama sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau tahun 2014-2019. Dalam RPJMD itu terdapat sembilan penekanan yang salah satunya menyangkut keagamaan yaitu, Pembangunan Masyarakat yang Berbudaya, Beriman dan Bertaqwa. Pembangunan Masyarakat yang Berbudaya, Beriman dan Bertaqwa dilakukan oleh Pemprov Riau sejak dini salah satunya melalui memotivasi jiwa santri-santri menjadi agen perubahan yang beriman dan bertaqwa.

“Santri dituntut menjadi agent of change (agen perubahan). Di zaman persaingan global ini, santri harus bisa menyelaraskan ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK) dan tetap menjadi pribadi muslim yang beriman dan bertaqwa,” ucap Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada saat sambutan Apel Akbar Hari Santri Nasional diadakan di Halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru pada Kamis (6/10/2016) lalu.

 

tgty



Turut hadir pada peringatan hari santri tersebut, Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanafi Dahkiri, Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, Kapolda Riau Zulkarnaen serta berbagai undangan lainnya.

Diakui Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutannya mengatakan, eksistensi santri-santri dalam dunia politik dan kepemimpinan di Indonesia bisa dijadikan motivasi oleh para santri di Riau untuk terus membangun Indonesia lebih maju ke depannya tanpa lupa akan pendidikan agama. Seperti, Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanafi Dahkiri dan Khofifah selaku Menteri Sosial RI.


Kegiatan Apel Akbar Hari Santri Nasional tersebut diawali dengan Shalat berjamaah Ashar di Halaman Kantor Gubernur Riau. Shalat tersebut diikuti langsung oleh Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA, Pejabat di lingkungan Pemprov Riau dan Kemenag Riau, serta 4 ribuan santri se Indonesia dengan imam dari salah satu pondok pesantren di Riau.

Usai pelaksanaan shalat ashar berjamaah acara dilanjutkan dengan pelaksanaan apel akbar yang diawali dengan penampilan pembacaan ayat- ayat suci al- quran, doa, dan laporan pantia

Sementara itu pada acara Apel Akbar tersebut, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI Hanif Dakhiri memberikan sambutan. Dalam sambutannya mengatakan, “Kita harus bangga sebagai santri. Kenapa bangga, Indonesia mungkin tak bisa seperti saat ini kalau tidak ada pondok pesantren. Dimana bersama kiayi dan santrinya yang telah berjuang melawan penjajah. Banyak pahlawan kita sesungguhnya berlatar belakang pondok pesantren”.

Menteri Hanif mengharapkan para santri memiliki daya saing yang. “Untuk memiliki daya saing yang kuat, para santri harus memiliki tiga hal, yakni karakter yang kuat, memiliki kompetensi, serta memiliki kreativitas,” jelasnya.

Hanif mengingatkan karakter santri yang berpegang pada tiga ciri, yakni tawasuth (moderat), tawazun (menjaga keberimbangan) serta i’tidal (tegak lurus).

Berpegang pada tiga ciri tersebut, otomatis para santri memiliki daya tangkal dari arus zaman yang negatif seperti narkoba dan gerakan radikalisme.

Menteri yang menghabiskan masa mudanya di pesantren ini juga mengajak kepada para santri untuk senantiasa bangga sebagai santri.

Pasalnya, sejarah republik ini menunjukkan bahwa santri dalam hal ini Nahdlatul Ulama  dengan pemahaman Islam ahlussunah wal jamaah-nya telah memberi kontribusi pada berdirinya bangsa ini, jauh sebelum Indonesia merdeka.

Dicontohkannya, tahun 1873 para ulama sudah kumpul di Aceh untuk merumuskan Aljumhuriyah Al Indonesia. Baca pula sejarah perlawanan Pangeran Diponegoro yang juga seorang santri dan ahli toriqoh.

Di penghujung pidatonya, Hanif mengajak para santri meneriakkan yel-yel santri yang menegaskan bahwa santri senantiasa berakidah Islam ahlussunnah wal jamaah, berideologi pancasila serta bertugas menjaga NU, menjaga Islam dan menjaga keutuhan NKRI.

Keseriusan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam membangun pesantren dan santri ditunjukan ketika mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri meresmikan gedung asrama ponpes Al Mujtahadah di Jalan Handayani Kartama Pekanbaru, Kamis (06/10/2016) dan Peletakan Batu Pertama pembangunan Masjid Pesantren Raudhatussalam binaan Pondo Psantren Gontor di Desa Mahato Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu, Senin, 02 November 2015.

“Saya merasa yakin kalau pesantren semakin banyak, maka Riau akan semakin aman,” kata Andi Rahman, sapaan akrabnya.

Dalam peresmian tersebut, selain dihadiri Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dakhiri, hadir juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau, Kamsol, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi dan Kependudukan, Rasyidin Siregar serta Calon Walikota Pekanbaru, Ramli Walid.

Ponpes Al Mujtahadah yang didirikan oleh Prof. KH. Ahmad Mujahidin sekitar tiga tahun yang lalu ini terletak di Jalan Handayani Kartama Pekanbaru. (adv/hms)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »