PT Wijaya Karya Beton (Wika Beton) Kaji Diversifikasi Usaha ke Sektor Konstruksi dan Jalan Tol

Dibaca: 6807 kali  Jumat,07 Oktober 2016
PT Wijaya Karya Beton (Wika Beton) Kaji Diversifikasi Usaha ke Sektor Konstruksi dan Jalan Tol
Ket Foto : Ilustrasi PT Wijaya Karya Beton (Wika Beton) (Istimewa)

RIAUTERBIT.COM – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menjajaki pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) baru dengan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini merupakan upaya perseroan untuk melakukan diversifikasi usaha ke sektor konstruksi dan pengelolaan jalan tol.

Sekretaris Perusahaan Wika Beton Puji Haryadi mengatakan, perseroan membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga bulan ke depan untuk melakukan feasibility study (FS) terkait pembentukan JV. Studi kelayakan itu untuk entitas baru yang bergerak di sektor konstruksi.

“Nanti kalau memang sudah matang akan kami umumkan di konstruksi yang seperti apa. Sekarang prosesnya baru mau FS. Soal kepemilikan saham, kami harap seimbang, atau bisa dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan,” jelas Puji di sela visit site pembangunan pengaman pantai di Jakarta tahap dua paket dua ruas Kalibaru-Cilincing, Selasa (4/10).

Jika rencana ini berjalan sukses, maka entitas baru tersebut bakal menambah anak perusahaan perseroan menjadi empat unit usaha. Hingga kini, perseroan telah memiliki tiga anak usaha, yakni PT Wijaya Karya Komponen Beton (Wika Kobe) yang dibentuk pada 2012, PT Wijaya Karya Krakatau Beton pada akhir 2013, dan PT Citra Lautan Teduh pada September 2014.

Saat ini, Wika Beton pun terus mematangkan rencana menambah lini bisnis baru, yakni investasi atau pengelolaan usaha di bidang infrastruktur jalan tol.

Direktur Keuangan Wika Beton Entus Asnawi mengatakan, perseroan sempat berniat mengikuti tender investasi jalan tol belum lama ini, namun tidak mencukupi prasyarat yang ditentukan. “Tapi, ke depan kita terus melihat peluang baru di investasi jalan tol,” pungkas dia.

Hingga September 2016, Wika Beton telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 3 triliun, atau 69,76% dari target kontrak baru tahun ini Rp 4,3 triliun. Realisasi tersebut naik dibanding kontrak baru September 2015 yang sebesar Rp 2,2 triliun.

Menurut Entus, kontrak baru tersebut mayoritas merupakan infrastruktur jembatan, properti, dan pembangkit listrik. Pihaknya optimistis mampu mencapai target lantaran bakal banyak memasok beton untuk kebutuhan pembangkit listrik di kuartal IV-2016.

Adapun, sejumlah proyek yang tengah digarap perseroan antara lain, proyek pembangunan pabrik Wilmar Nabati di Pelintung Dumai, proyek pembangunan jembatan Sungai Dumai di Riau, proyek pembangunan fasilitas pendukung Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, dan proyek APMS Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3 di Jakarta.

Selain itu juga ada proyek PLTU Bengkayang di Kalimantan, proyek pembangunan Shangri-La hotel di Bali, proyek pembangunan cold storage di Jawa Timur, serta pembangunan PLTU di Batang Jawa Tengah.

Pengaman Pantai
Lebih lanjut, Wika Beton juga melanjutkan pembangunan pengaman pantai di Jakarta Tahap 2 Paket 2 ruas Kalibaru-Cilincing. Proyek ini termasuk ke dalam daftar program kerja Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Wika Beton menggarap proyek ini bersama PT SAC Nusantara. Proyek ini pun merupakan bagian dari pembangunan pengaman pantai utara Jakarta sepanjang 60 km.

Wika Beton bertanggung jawab menyediakan produk spun pile atau tiang silinder yang digunakan sebagai struktur utama tanggul ini sekaligus melakukan pemasangan. Pada proyek ini, perseroan memproduksi spun pile sebanyak 1.632 batang untuk pengaman pantai sepanjang 2,2 km ini.

Proyek ini menelan biaya sekitar Rp 405 miliar dengan waktu kerja 882 hari. Dari situ, kontrak yang diperoleh untuk Wika Beton sekitar Rp 188 miliar.

“Target waktu pekerjaan itu April 2018. Tapi kami perkirakan bisa selesai empat bulan lebih awal atau di akhir 2017. Ini dikarenakan kami menggunakan teknologi inner bore, yang pekerjaannya bisa lebih cepat dari sistem konvensional,” kata Entus.

Menurut Entus, teknologi inner bore menawarkan sejumlah keuntungan dalam proses kosntruksi, yakni di bawah ambang batas kebisingan, tidak bergetar, tidak mengotori lingkungan kerja, serta efisien waktu dan biaya.

Dalam pengerjaan proyek, Wika Beton menjadi pemasok langsung spun pile, yang diproduksi langsung di pabrik perseroan di Lampung Selatan. “Pekerjaan ini adalah salah satu bukti kalau kami menawarkan jasa secara keseluruhan mulai dari produksi hingga ke proses pemasangan. Jadi, kami siap jika ditunjuk menggarap proyek serupa di wilayah lain,” ujar Entus.(*)

Farid Nurfaizi/MHD

Investor Daily
 

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »