Kapolda Riau yang Baru Janji akan Teliti Lagi SP3 15 Perusahaan Soal Kasus Karhutla

Dibaca: 7568 kali  Rabu,05 Oktober 2016
Kapolda Riau yang Baru Janji akan Teliti Lagi SP3 15 Perusahaan Soal Kasus Karhutla
Ket Foto : ilustrasi kebakaran hutan

RIAUTERBIT.COM- Kapolda Riau Brigjen Zulkarnain mengatakan akan memberikan perhatian khusus pada penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, Zulkarnain juga akan mempelajari soal SP3 15 perusahaan yang dikeluarkan sebelumnya.

"Yang jelas kebijakan dari pemerintah jangan sampai kebakaran hutan. Akan kami lakukan preventif dan pre-entif," kata Zulkarnain usai dilantik di Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2016).

Zulkarnain menuturkan, edukasi kepada masyarakat dan perusahaan di Riau akan diberikan sejak dini agar tidak terjadi lagi pembakaran hutan. Sebab dapat menyengsarakan masyarakat dan negara termasuk negara tetangga.

"Dengan segala kerendahan hati saya, seluruh masyarakat kita dan perusahaan di sana jangan sampai membakar hutan," ujarnya.

"Kedua, masalah SP3 saya akan mempelajarinya. Sesungguhnya namanya penghentian penyidikan bukan segala sesuatu berhenti, final. Bisa saja misalnya jika memang penghentian ditemukan pelanggaran atau ada novum, itu bisa dibuka lagi," sambungnya.

Namun, lanjutnya, langkah yang lebih elegan yaitu melalui lembaga praperadilan untuk menguji apakah keputusan penyidik itu benar atau tidak. "Kita harap masyarakat pintu masuknya, kita buka space kepada stakeholder di lingkungan yang kami ajak untuk kerjasama masalah ini," tuturnya.

"Kita enggak mungkin kalau salah kita lepaskan, enggak akan mungkin juga orang yang benar kita hukum," sambungnya.

Selain itu, Zulkarnain mengaku mendapat pesan khusus dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian soal tugas barunya sebagai Kapolda Riau. Apa itu?

"Pesan beliau jangan ada kebakaran. Kalau ada kebakaran, enggak ada upaya, dicopot. Makanya saya katakan ini fokus kami apa yang akan kami lakukan preventif, pre entif, dan edukatif. Kalo enggak bisa dilakukan, langkah hukum dan penanggulangan," urainya.(detik)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »