Kejari Akan Pantau Penyelenggaraan Pilkada Pekanbaru 2017

Dibaca: 9393 kali  Selasa,04 Oktober 2016
Kejari Akan Pantau Penyelenggaraan Pilkada Pekanbaru 2017
Ket Foto : Kejaksaan Negeri Pekanbaru membentuk pos pemantau penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak yang turut akan diselenggarakan di ibu kota Provinsi Riau tersebut pada 2017.

RIAUTERBIT.COM - Kejaksaan Negeri Pekanbaru membentuk pos pemantau penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak yang turut akan diselenggarakan di ibu kota Provinsi Riau tersebut pada 2017.

"Kita sudah bentuk Posko Pilkada guna memaksimalkan pemantauan. Jadi selain sentra Gakkumdu, Kejari juga membentuk pos tersendiri," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Hartono di Pekanbaru, Senin (2/10).

Ia mengatakan dengan dibentuknya posko tersebut, maka diharapkan pemantauan pelanggaran Pilkada serentak 2017 di Pekanbaru akan semakin maksimal.

Nantinya setiap pelanggaran maupun laporan yang diterima posko Kejari Pekanbaru akan dianalisa. Jika nantinya terjadi pidana pelanggaran Pilkada, akan diteruskan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu).

"Penegakan hukum tetap di Gakkumdu. Di sana tim lengkapnya. Ada perwakilan Kejaksaan dan Kepolisian juga," ujarnya.

Selain Kejari Pekanbaru, pos pemantau Pilkada ini juga dibuka di Kejaksaan Tinggi Riau dan Kejari Kampar. Seluruhnya memiliki tugas dan fungsi yang sama, memaksimalkan pemantauan pelanggaran Pilkada.

Lima pasang calon akan meramaikan pesta demokrasi 2017 mendatang. Wali Kota Pekanbaru Firdaus kembali berpasangan dengan wakilnya Ayat Cahyadi. Mereka diusung Partai Demokrat, PKS, dan Partai Gerindra.

Pasangan Ramli Walid-Irvan Herman diusung Partai Golkar, NasDem, Hanura, dan PKB. Ramli Walid adalah pegawai negeri Provinsi Riau yang menjabat Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah. Sedangkan Irvan Herman merupakan anak dari mantan Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah.

Pasangan berikutnya, Dastrayani Bibra-Said Usman diusung PDI Perjuangan dan PPP. Namun belakangan pasangan tersebut terancam tidak dapat melanjutkan tahapan selanjutnya setelah KPU Pekanbaru mengumumkan tidak lolos pemeriksaan kesehatan.

Dua pasangan lain yang telah mendaftar melalui jalur independen, yakni Syahril-Said Zohrin dan Herman Nazar-Dedi Warman. (ant)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »