Advetorial Paripurna DPRD Riau Sahkan Arsyadjuliandi Rahman Sebagai Gubernur Riau Definitif

Dibaca: 10191 kali  Selasa,03 Mei 2016
Advetorial Paripurna DPRD Riau Sahkan Arsyadjuliandi Rahman Sebagai Gubernur Riau Definitif
Ket Foto : Suasana Paripurna DPRD Riau dengan Agenda Pengusulan, Penetapan dan Pengesahan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman dalam sisa masa jabatan periode 2014-2019 menjadi Gubernur Riau definitif.

RIAUTERBIT.COM-  DPRD Riau, Senin (2/5/2016) melaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda tunggal Pengusulan, Penetapan dan Pengesahan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman  sisa masa jabatan periode 2014-2019 menjadi Gubernur Riau definitif.

 


 


Rapat Paripurna kali ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Noviwaldy Jusman dan dihadiri oleh 39 anggota DPRD Riau berlangsung lancar.

Penunjukkan Arsyadjuliandi Rachman mengacu pada salinan Keppres dan UU Nomor 23 Tahun 2014 pasal 83 Ayat 1, 2, 3, 4 dan 5. Pada diktum itu, disebutkan bahwa apabila kepala daerah tersandung tindak pidana dan telah diberhentikan oleh Presiden, maka DPRD harus menggelar paripurna dan mengusulkan pelaksana tugas menjadi Gubernur definitif.

"Apakah saudara-saudara setuju atas pengusulan, penetapan dan pengesahan Saudara H Arsyadjuliandi Rachman dengan sisa masa jabatan 2014-2019 menjadi Gubernur Riau definitif?," kata Noviwaldy kepada forum paripurna, serentak saja seisi forum menyatakan setuju dan melakukan penandatanganan kesepakatan.

Seperti yang diketahui, presiden telah melayangkan Surat Keputusan Presiden (Keppres) Bernomor 49/P Tahun 2016 Tertanggal 26 April 2016 yang memuat keputusan pemberhentian Annas Maamun sebagai Gubernur Riau.

Dengan adanya Keppres pemberhentian tersebut, maka DPRD Provinsi Riau harus menggelar sidang paripurna untuk menetapkan pemberhentian Annas dan dilanjutkan dengan pengusulan pengangkatan Wakil

Akhirnya DPRD Provinsi Riau secara resmi mengumumkan Arsyadjuliandi Rachman sebagai gubernur definitif. Pelantikannya sendiri dilangsungkan Rabu (4/5/16) nanti.

Usai menyampaikan pengumuman pemberhentian Gubernur Riau dan menetapkan gubernur defenitif, setelah itu dilakukan penandatangan keputusan DPRD Riau oleh pimpinan rapat Noviwaldy Jusman dan disaksikan oleh Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman dan anggota dewan yang hadir.

Seusai dilakukan paripurna pengumuman penetapan tersebut, Noviwaldy Jusman kepada wartawan mengatakan, surat keputusan DPRD Provinai Riau tentang pengangkatan Gubri tersebut diserahkan ke Kemendagri sebagai dasar pelantikan Gubri definitif Arsyadjuliandi Rachman oleh Presiden.

"SK sudah saya tanda tangani. Keputusan DPRD untuk pengangkatan gubernur tersebut sudah dikirim ke Jakarta supaya langsung diproses. Informasinya, Rabu nanti pelantikannya oleh Presiden. Karena memang menunggu proses penetapan dari paripurna ini saja," tuturnya.

"Kita berharap, pelantikan gubernur Riau defenitif bisa dilaksanakan segera, kalau bisa cepat, kan apa salahnya. Setelah paripurna, kita akan kirimkan surat pengangkatan ke kementerian terkait," ungkap pimpinan rapat Noviwaldy Jusman

Dikatakannya banyak pembangunan di Riau yang tidak bisa berjalan maksimal karena status Plt yang diemban gubernur Riau saat ini. Dengan status defenitif ini nantinya, maka diharapkan tidak ada lagi alasan untuk tidak menyegerakan pembangunan di Riau, terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak.

Inilah Perjalanan Hidup Arsyadjuliandi Rachman, Anak Pengusaha ”Rachman Kawek” hingga Jadi Gubernur Riau


Arsyadjuliandi Rachman, hari ini, Rabu, 25 Mei 2016, secara resmi akan dilantik sebagai Gubernur Riau hingga 2019 mendatang menggantikan Annas Maamun yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap alih fungsi lahan, oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta.

Namun, tahukah Anda, siapa Andi Rachman, panggilan akrab Arsyadjuliandi Rachman tersebut? Bagi orang tua-orang tua kita yang berumur di atas 50 tahun dan telah tinggal di Pekanbaru sejak tahun 1970-an, tak asing mendengar nama Rachman Kawek, pengusaha asal Pangkalan, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat ini.

Pemilik usaha transportasi PO Bus Sinar Riau ini serta usaha lainnya tersebut, merupakan ayah kandung dari Andi Rachman. Ia lahir dari seorang ayah berlatar saudagar, H Abdul Rachman Syafei dan ibu Hj Asma Hasan. Walau berayah berasal dari Sumatera Barat, Andi bersaudara lebih banyak lahir dan besar di Riau. Politisi Partai Golkar tersebut, lahir di Pekanbaru, 8 Juli 1960.

Usai menamatkan SD, Andi Rachman melanjutkan sekolahnya ke SMPN 4 Bukittinggi, Sumatera Barat. Pendidikan menengah atasnya juga dilalui di kota yang terkenal dengan hawa sejuk tersebut, SMAN 1 Bukittinggi.

Sayangnya, Andi tak menamatkan di sekolah tersebut, ia malah pindah ke SMAN 3 di Kota Pelajar, Yogyakarta. Ia lalu melanjutkan pendidikannya dengan kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Usai menjadi sarjana, Andi kemudian melanjutkan pendidikannya dengan fokus ke manajemen bisnis dan meraih gelar MBA di Oklahoma City University, Amerika Serikat. Informasinya, di sinilah ia menemukan jodohnya dengan seorang gadis berdarah Tionghoa Singkawang, Kalimantan Barat, Sisilita Bong.

Usai menamatkan S2-nya, Andi kemudian pulang ke tanah air dan meneruskan usaha orang tuanya, Rachman Kawek, di bisnis minyak bumi dan gas. Di bawah payung holding group, Riau Muda, Andi menguasai bisnis transportasi, SPBU, pertambangan, dan perkebunan.

Tak aneh, jika saat pengumuman harta kekayaannya saat Pemilihan Guberur Riau, 2013 silam, Andi Rachman, merupakan kandidat terkaya dibandingkan calon lainnya, Rp 132.274.896.573.

Dengan latar belakang sebagai pengusaha ini, melapangkan jalan Andi untuk menduduki jabatan sebagai pucuk organisasi. Mulai dari Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Riau, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau, Ketua Hiswana Migas Riau, dan jabatan lainnya sebagai Wakil Ketua Kadin Indonesia pada 2009.

Andi tak hanya berkiprah di bisnis, panggilan politik tak mampu ia bendung dan tahan. Kemudian, ia masuk ke dunia politik dengan menjadi Bendahara DPD I Partai Golkar Riau 2003-2008. Di periode ini, Andi juga menjadi Anggota DPRD Riau.

Dari sinilah, ia kemudian menapakkan kakinya di level nasional dengan manjadi Anggota DPR RI Periode 2009-2014 dari daerah pemilihan Riau. Termasuk, saat Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di Riau, 2009, Andi mengisi posisi sebagai Sekretaris Bappilu Sumatera.

Semasa menjabat sebagai Anggota DPR-RI, ia di komisi membidangi energi dan sumber daya mineral, Komisi VII. Di komisi ini, Ketua Komisi, Sutan Bhatoegana, tersandung kasus korupsi dengan menerima cek dari Menteri ESDM. Isu tak sedapnya, ada uang sekitar 2.500 Dolar AS, diterima oleh masing-masing anggota Komisi VII.

"Seingat saya pimpinan komisi terdiri dari empat orang, di bawahnya anggota, terus di bawahnya sekretaris. Saya ingat pimpinan komisi itu nominalnya 7.500 Dolar AS, anggota 2.500 Dolar AS, Sekretariat 2.500 dolar AS. Setelah itu, diminta agar dimasukkan ke amplop Pegawai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM)," ungkap staf Kementerian ESDM, Didi Dwi Sutrisno, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, 21 Mei 2015 silam.

Pada tahun 2013, Andi kemudian mencoba peruntungan maju dalam Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) berpasangan dengan sesama kader Golkar, Bupati Rokan Hilir, Annas Maamun. Pasangan ini akhirnya memenangkan pemilihan dan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2014-2019, pada 19 Februari 2014 oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi. (Adv/hms/dprd/riau)

 

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »