Kampar Dikepung Banjir, BPBD : Jaga Anak-anak Jangan Sampai Ada Korban Jiwa Lagi

Dibaca: 20359 kali  Selasa,19 Januari 2016
Kampar Dikepung Banjir, BPBD : Jaga Anak-anak Jangan Sampai Ada Korban Jiwa Lagi
Ket Foto : Bangkinang Dikepung Banjir

RIAUTERBIT.COM-Meski volume air sungai Kampar relatif sudah surut, namun di sejumlah desa masih digenangi air. Bahkan pagi ini, Selasa (19/1) sejumlah jalanan di Bangkinang Kota digenangi air.

Pantauan di lapangan, beberapa titik jalan utama Bangkinang terendam banjir, seperti ruas jalan dekat pasar Inpres Bangkinang, depan Sekolah Dasar (SD) Teladaan Jl Sisingamangaraja, Jl Agussalim, Jl Pelajar, Ali Rasyid, simpang empat dekat BRI serta berabapa titik lainnya.

Menurut Adi, warga Bangkinang Kota, genangan air ini lebih disebabkan oleh buruknya drainase yang ada di Bangkinang Kota. Namun demikian dia juga menyebutkan banjir di tengah Kota Bangkinang ini juga disebabkan oleh naiknya ketinggian air sungai Kampar beberapa hari ini.

"Aliran air jadi melambat akibat tingginya debit air sungai, ditambah lagi oleh buruknya drainase dan banyaknya sampah yang menumpuk di dalam drainase," bebernya.

Dari informasi yang kami rangkum dari BPBD Kabupaten Kampar, intensitas hujan lebat terjadi di provinsi Sumatra Barat. Namun warga menuding operator waduk PLTA Koto Panjang kurang tangggap mengatur ritme air sehgingga volume air meningkat drastis, meski kemudian telah dibantah oleh pihak berwenang di PLTA Koto Panjang.

Banjir selama tiga hari ini benar-benar telah memukul kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Kampar. Mulai dari kerugian petani ikan keramba yang selama ini menjadi penopang ekonomi Kampar sejak hancurnya harga karet dan anjloknya harga sawit.

Aktivitas sekolah lumpuh, kantor-kantor pemerintah di tingkat desa juga terganggu. Akses jalan desa juga banyak yang putus akibat banjir. Namun berdasarkan pantauan di lapangan banyak warga terdampak banjir lebih memilih bertahan di rumah masing-masing dari pada ikut mengungsi ke tenda-tenda yang disediakan oleh pemerintah maupun pos pengungsian yang disediakan pihak swasta dan partai politik

"Kami tetap bertahan di rumah masing-masing, kami datang ke pos pengungsian hanya untuk mengambil makanan dan periksa kesehatan saja," ungkap Reni, ibu anak dua di desa Pulau Jambu, Kecamatan Kampar.

Dia menuturkan, pilihan bertahan di rumah masing-masing dikarenakan alasan takut meninggalkan harta bendanya di rumah. Kemudian warga juga beralasan kenyaman di tempat pengungsian juga jadi pertimbangan berikutnya.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Usman mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terkait kerugian masyarakat petani keramba maupun petani ikan kolam.

"Kerugian yang kami data hingga hari ini sebesar 5,6 milyar, kerugian itu sudah termasuk fisik keramba yag berjumlah 98 unit, kolam ikan yang rusak, termasuk kerugian ikan para petani," ungkapnya.

Usman mengatakan, bahwa pendataan dilakukan sejak hari pertama naiknya volume air sungai kampar pada Sabtu (16/1) akhir pekan lalu. Pendataan yang dilakukan pihaknya mulai dari petani ikan yang berada di Desa Merangin di Kecamatan Kuok hingga ke Desa Gobah di Kecamatan Tambang.

"Ke hilir Desa Gobah belum termasuk, pendataan akan tetap dilakukan, itu data sementara hingga saat ini, katanya.

Tambahnya lagi, dirinya dan instansi sangat berduka atas musibah ini, namun drinya belum bisa menjamin bentuk kompensasi dari Pemkab Kampar pada petani ikan yang merugi akibat kerambanya disapu air bah Sabtu lalu. Dia juga mengatakan bencana ini juga hendaknya menjadi atensi provinsi hingga pemerintah pusat.

"Luar biasa derita masyarakat, khususnya petani ikan di Kampar, kita berharap semua pihak mulai dari kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat bisa membantu masyarakat," harapnya.

"Kalau kebijakan pemerintah Kabupaten Kampar ada di tangan bapak Bupati," ucapnya.

Sementara kepala BPBD Kampar Santoso mengaku kerugian akibat banjir ini masih sedang dihitung. Termasuk satu korban jiwa di Desa Palung Raya Kecamatan Tambang pada Ahad (17/1).

Santoso mengatakan, meski debit air sungai Kampar telah surut, dia tetap mengimbau warga agar tetap waspada. Karena katanya, muism penghujan masih belum berakhir, bahkan intensitas hujan masih tinggi di Provinsi Sumatra Barat.

"Masyarakat tetap waspada banjir, disarankan warga mengungsi ke tenda-tenda yang telah disediakan oleh pemerintah, disamping demi keamanan, juga demi mempermudah petugas medis untuk memantau keondisi ksehatan masyarakat," pintanya.

Kaatanya lagi, banjir kali menggenangi 32 desa di 10 Kecamatan, adapun kecamatang yang tergenangi air adalah kecamatan Kuok, Kampar, Kampar Utara, Kampar Timur, Rumbio Jaya, Tambang, Siak Hulu, Perhentian Raja, Tapung.

Santoso mengaku, ada beberapa desa yang aksesnya masih belum bisa dijangkau, yakni Desa Pulau Payung di Kecamatan Rumbio Jaya dan Desa Pulau Permai Di Kecamatan Tambang.

"Kedua desa itu masih belum bisa kita jangkau, karena ketinggian air hingga mencapai tiga meter," katanya.

Dia menuturkan, saat ini pihaknya hanya bisa berharap banjir ini cepat surut agar masyarakat di dua desa itu bisa dijangkau.

Pihaknya juga mengimbau, warga menjaga anak-anak agar tidak menjadi korban seperti kejadian di Desa Pulau Permai Ahad lalu.

"Mohon anak-anak dijaga oleh para orang tua, jangan sampai ada korban jiwa lagi," imbaunya.

Tambahnya, 3 ton beras sudah didistribusikan di empat pos siaga banjir milik Pemkab Kampar selama banjir kali ini.

Terkait sekolah-sekolah yang terkena banjir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar sudah menginstruksikan untuk sekolah-sekolah terdampak banjir agar diliburkan. Hal ini disampaikan oleh Kapala Dinas Pendidikan dan Kebudaayan Kampar H Drs Nasrul M Pd melalui Sekretarisnya Edi Rusma Dinata kepada wartawan.

Lanjutnya, ada lebih 50 sekolah yang tersebar di Kecamatan Kampar, Kampar utara, Kampar Timur, Rumbio Jaya, Tambang, Siak Hulu, Perhentian Raja yang terendam banjir. Dinas P dan K melalui UPTD di wilayah masing-masing sudah menginstruksikan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar sampai situasi kembali normal.

"Untuk situasi kita ikut himbauan BPBD Kampar, jika BPBD sudah mengatakan aman kita akan kembali sekolah," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui Skretarisnya Edi Rusma Dinata.

"Lebih 50 sekolah terdampak banjir di 6 Kecamatan, sekolah terdampak diliburkan sampai banjir benar-benar surut," katanya.(Juf)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »