Ketua PMI Kampar Kunjungi Rakyat yang Menjadi Korban Banjir

Dibaca: 10895 kali  Senin,18 Januari 2016
Ketua PMI Kampar Kunjungi Rakyat yang Menjadi Korban Banjir
Ket Foto : Drs Zulher Ketua PMI Kabupaten Kampar

RIAUTERBIT.COM-Ratusan warga masyarakat kecamatan kampar utara berbondong bondong datangi posko dan berobat bersama palang merah indonesia, PMI Kabupaten Kampar yang di motori Drs Zulher, senen 18/01/16

menurut Drs Zulher kepada riauterbit, pada saat tim atau rombongan PMI Kabupaten Kampar melakukan,kontak langsung dengan masyrakat,agar apa yang di rasakan masyrakat terpantau dan dapat kita atasi.

untuk sementara masyrakat yang terendam banjir sudah mulai kurang baik, mulai dari tensi naik turum, akibat pemikiran, dan kurang tidur. dan ada juga kita temuka penyakit kulit ,seperti gatal-gatal karnah air.

Pesan Drs Zulher,bagi rumah yang belum terendam banjir, agar hati -hati dan bersyukur. bagi yang terendam Semoga kita semua Betabah. mari Kita ambil hikmahnya saja karena ini telah ketetapan Allah. Semoga cepat berlalu dan allah tidak pulah memebri kesulitan yang tidak dapat kita atasi.

Yang perlu diwaspadai,oleh masyrakat pada saat banjir ini adalah binatang berbahaya yang keluar dari sarangnya.

Seperti ular, buaya, binatang melata berbisa, atau jenis lainnya. Harus lebih waspada karena sarang mereka terganggu oleh banjir.


Kemudian juga yang harus diwaspadai adalah abrasi bibir sungai.bagi orang tua,dan adek -adek kami yang mau menangkap ikan di bibir Sungai kampar agar hati hati,karnah air sungai sangat deras dan dalam.

Sedangkan pasca banjir adalah serangan penyakit yang diakibatkan oleh air sungai yang tidak sehat.

Sumur-sumur warga yang terkena banjir tentu akan tercemari oleh air banjir yang tidak sehat. Air sungai juga masuk ke dalam rumah yang tentu akan meninggalkan kuman dan penyakit.

Harap perhatikan agar kita dan terutama anak kita tidak terkena penyakit akibat itu.

Masyarakat kampar sudah terbiasa dengan banjir sejak puluhan tahun lalu.

Bahkan banjir jadi berkah karena dapat mencari ikan. Namun yang terbiasa itu tentu orang tua terdahulu atau yang telah berumur. Anak-anak kita tentu banyak yang belum paham.

Bagi mereka banjir menjadi tempat bermain. Jangan sampai karena kelalaian kita, mereka jadi korban. Mari, kita jaga keselamatan anak kita,jangan ada lagi korban banjir pada penerus bangsa ini. (Jufri)

Akses RiauTerbit.Com Via Mobile m.riauterbit.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »