Riauterbit.com
Home ยป Riau

Pemkab Rohul Evaluasi Untung Rugi Pengelolaan PLTGB Di Tambusai Utara

Kamis,04 Februari 2016
Pemkab Rohul Evaluasi Untung Rugi Pengelolaan PLTGB Di Tambusai Utara
Pembangkit Listrik Tenaga Biogas yang berada di Desa Rantau Sakti, Tambusai Utara.

RIAUTERBIT.COM-Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Rokan hulu (Rohul), akan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTGB), yang ada di Desa Rantau Sakti Kecamatan Tambusai Utara. Dari hasil evaluasi tersebut, nantinya akan diketahui sejauh mana perkembangan pengelolaan PLTGB, untuk kemudian diserahkan pengelolaanya kepada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Menurut Kadistamben Rohul Drs.Yusmar Msi, Kepada Wartawan Rabu, 3 Februari 2016 menuturkan,  Sejak Diserahkan Dari Kementrian Energi Dan Sumber daya Mineral (ESDM) RI kepada Pemkab Rohul, pengelolaan PLTGB sudah diserahkan pengelolaanya Ke Pemerintah Desa Rantau Sakti bersama Komisioning. Pasca dihibahkan, Pemkab Rohul otomatis hanya bsersifat mengawasi jalanya operasional PLTGB ini.
 
Yusmar mengatakan, rencana evaluasi menyeluruh terhadap PLTGB Rantau sakti akan dilakukan pada bulan Februari ini. bebebrapa hal yang akan dievaluasi yakni menyangkut masalah gedung, operasional perkembangan pelanggan, keuangan, tunggkan, keuntungan dan kerugian serta segala hal yang menyangkut tentang permasalahan tekhnis pengelolaan.
 
"Dari hasil evaluasi ini nantinya akan diketahui sejauh mana perkembangan pengelolaan PLTGB Rantau sakti ini apakah untung atau rugi, berapa perkembangan pelangganya, dan apa apa saja yang menjadi kendala yang perlu dibenahi, setelah hasil evaluasinya tersedia, ini akan menjadi dasar penyerahan pengelolaan pilot projek hibah Kementrian ESDM ini kepada Bumdes," paparnya di Pasir Pangaraian(3/2).
 
Dari data pengelola, sambung Yusmar,  pelanggan PLTGB saat ini sudah mencapai 2139 rumah tangga,  yang tersebar di 3 desa seperti desa rantau sakti,  rantau kasai,  dan desa nahato sakti.
 
Dengan dilakukanya evaluasi ini, PLTGB yang merupakan aset nasional, bisa terjaga kelangsunganya. selain itu, dengan evaluasi ini, diharapkan PLTGB dapat menjadi contoh pola pengelolaan Energi Terbarukan, bagi investor  yang berminat berinvestasi di bidang ini
 
"Muaranya adalah menjaga kelangsungan PLTGB sebagai Asset Nasional, yang masih berjalan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh banyak masyarakat, sehingga bisa menjadi literartur untuk pengembangan PLTGB di daerah lainya di rokan hulu" tutup Yusmar penuh harap. (rgc)

Komentar Anda
Populer
Terkini
© 2015 RiauTerbit.Com All Right Reserved